-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Misteri Belatung "Segar" di Menu MBG: Ini Penjelasan Kepala SPPG Tugu Mlarak

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tugu, Mlarak, Ponorogo. (Foto: doc. Gardajatim.com)
GARDAJATIM.COM:
Dugaan temuan belatung dalam menu makanan bergizi gratis (MBG) yang beredar melalui rekaman video memicu perhatian publik. Pihak SPPG Tugu, Mlarak, Ponorogo menyatakan tengah melakukan investigasi internal untuk memastikan penyebab insiden tersebut, sekaligus meminta maaf kepada penerima manfaat atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Dalam klarifikasinya, pengelola menyebut makanan telah diproses sesuai prosedur standar di dapur sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.

Dari sekitar 1.100 porsi yang dibagikan pada hari itu, hanya satu porsi yang dilaporkan bermasalah.

“Kami sudah melakukan proses pengolahan sesuai prosedur. Dari ribuan porsi yang dibagikan, laporan hanya muncul pada satu porsi,” ujar Kepala SPPG Tugu, Risqi Wahyudatama, Selasa, 12 Mei 2026.

Pihak pengelola juga menyoroti kondisi dalam video yang dianggap janggal. Belatung yang terlihat di dalam lauk daging disebut masih hidup dan tampak segar, padahal makanan telah melalui proses pemasakan dengan suhu tinggi.

Menurut mereka, video yang beredar direkam setelah makanan berpindah lokasi dari tempat pengolahan atau ompreng, sehingga asal-usul kontaminasi masih belum dapat dipastikan. 

Meski demikian, pengelola menegaskan tidak ingin terburu-buru menyimpulkan adanya unsur kesengajaan.

“Kami tidak menuduh siapa pun. Semua masih kami dalami, apakah ada kelalaian internal kami atau kemungkinan faktor lain di luar proses dapur,” katanya.

Risqi juga menyampaikan bahwa pasca munculnya temuan tersebut, pihaknya telah melakukan mediasi bersama penerima manfaat dengan melibatkan kepala desa setempat serta pihak-pihak terkait guna mencari kejelasan atas kejadian yang terjadi.

“Begitu ada laporan, kami langsung melakukan komunikasi dan mediasi dengan penerima manfaat. Pertemuan juga didampingi kepala desa serta pihak terkait agar persoalan ini bisa diselesaikan secara terbuka dan jelas,” ujarnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, pihak SPPG Tugu melakukan evaluasi menyeluruh dengan memeriksa tahapan distribusi termasuk relawan yang terlibat dalam proses pengemasan hingga penyaluran makanan.

Meski masih terdapat sejumlah kejanggalan, pihak pengelola menyatakan siap bertanggung jawab apabila nantinya ditemukan adanya kelalaian dari internal mereka.

“Kami tetap menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian ini. Evaluasi akan kami lakukan agar hal serupa tidak terulang,” tutupnya. (Fjr)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar