Pasar Jenar Ponorogo Bersolek, Jajanan Tradisional Disiapkan Tembus Wisata Kuliner Modern
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Tim PKM UNESA memberikan pelatihan kepada pedagang Pasar Jenar. (Foto: Istimewa) |
Program bertajuk “Pengembangan Jajanan Tradisional Berbasis Pangan Lokal sebagai Penguatan Wisata Kuliner Pasar Jenar di Desa Pagerukir, Kabupaten Ponorogo” tersebut menyasar pelaku usaha kuliner tradisional yang selama ini aktif berjualan di kawasan Pasar Jenar.
Ketua Tim PKM UNESA, Aulia Bayu Yushila, S.TP., M.T., mengatakan pengembangan difokuskan pada dua produk unggulan, yakni bongko berbahan dasar pisang dan talam berbahan dasar ubi.
Kedua bahan tersebut dipilih karena menjadi hasil pertanian yang melimpah di Desa Pagerukir.
“Pisang dan ubi merupakan komoditas lokal yang banyak dihasilkan masyarakat. Kami ingin produk pangan lokal ini memiliki nilai tambah sekaligus mampu menjadi identitas wisata kuliner desa,” ujarnya, Sabtu, 16 Mei 2026.
Dalam pelaksanaannya, Tim PKM UNESA bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo, Pemerintah Desa Pagerukir, serta Pakiwan Art Space.
Pendampingan dilakukan melalui pelatihan penyusunan resep standar, teknik pengolahan pangan higienis, hingga inovasi penyajian dan pengemasan produk.
Selama ini, pelaku usaha di Pasar Jenar dinilai masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari kualitas produk yang belum konsisten akibat tidak adanya standar resep, teknik pengolahan yang masih konvensional, hingga penggunaan kemasan plastik sederhana yang kurang menarik.
Melalui program tersebut, tim pengabdian memperkenalkan standar resep agar rasa, tekstur, dan tampilan produk lebih seragam.
Selain itu, pelaku usaha juga dibekali pemahaman mengenai higienitas dan keamanan pangan untuk meningkatkan kualitas produk yang dijual kepada wisatawan.
Tidak hanya itu, penggunaan kemasan non-plastik ramah lingkungan turut diperkenalkan guna memperkuat identitas Pasar Jenar sebagai wisata kuliner berbasis budaya lokal yang berkelanjutan.
“Kami berharap pelaku usaha tidak hanya menghasilkan produk yang lebih menarik, tetapi juga memahami pentingnya kualitas, higienitas, dan kemasan dalam meningkatkan daya tarik wisata kuliner,” tambah Aulia.
Program tersebut melibatkan dosen lintas bidang keahlian, yakni Dr. Sri Handajani, S.Pd., M.Kes., Febriani Lukitasari, S.Pd., M.Pd., Ratna Palupi Nurfatimah, S.TP., M.T.P., dan Novia Tesalonika Amanda Rerung, S.Par., M.Sc.
Salah satu pelaku usaha Pasar Jenar mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, pendampingan yang diberikan membantu masyarakat memahami cara meningkatkan kualitas produk tanpa meninggalkan cita rasa tradisional.
“Selama ini kami membuat jajanan berdasarkan kebiasaan saja. Setelah ada pelatihan, kami jadi lebih paham soal standar resep, penyajian produk, dan pengemasan yang lebih menarik,” ungkapnya.
Program PKM ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait pertumbuhan ekonomi masyarakat, komunitas berkelanjutan, dan konsumsi serta produksi yang bertanggung jawab.
Melalui pendampingan tersebut, Tim PKM UNESA berharap jajanan tradisional Desa Pagerukir tidak hanya dikenal sebagai konsumsi lokal, tetapi juga berkembang menjadi identitas wisata kuliner yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (Rls/Fjr)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
