Pengelola SPPG Ngrayun 2 Ponorogo Respons Keluhan Wali Murid Soal Menu MBG yang Monoton
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Foto Ilustrasi Ai. |
Kepala SPPG Ngrayun 2, David Sagita Rosturia mengatakan, pihaknya langsung turun ke sekolah-sekolah setelah menerima aduan tersebut.
“Setelah mengetahui keluhan, kami langsung melakukan pengecekan ke sekolah untuk memastikan kondisi di lapangan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu, 27 Mei 2026.
Selain melakukan penelusuran langsung, pengelola juga membuka ruang evaluasi dengan menyertakan lembar kritik dan saran pada setiap distribusi makanan.
Menurut David, langkah itu diambil untuk menjaring masukan dari siswa maupun pihak sekolah.
Ia mengakui, operasional SPPG Ngrayun 2 yang baru berjalan sekitar dua pekan ditambah adanya jeda libur membuat sistem layanan belum sepenuhnya optimal.
“Kami menerima semua kritik dan saran sebagai bahan evaluasi ke depan,” kata dia.
Saat ini, jumlah penerima manfaat (PM) MBG di bawah SPPG Ngrayun 2 tercatat mencapai 1.193 siswa yang tersebar di 24 sekolah. Namun, untuk kategori B3 masih berproses.
Terkait kemungkinan subsidi silang guna meningkatkan kualitas menu, David menyatakan hal itu belum dapat dilakukan. Ia beralasan pagu anggaran yang tersedia sejauh ini masih mengalami defisit.
“Kami belum bisa memastikan subsidi silang karena anggaran yang ada masih minus,” ujarnya.
Meski demikian, ia memastikan evaluasi akan terus dilakukan untuk memperbaiki kualitas layanan, termasuk variasi menu makanan.
Dari sisi perizinan, David menyebut sebagian besar dokumen telah lengkap. Hanya saja, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) masih dalam proses pengurusan.
Sebelumnya, keluhan wali murid mencuat di media sosial. Salah satunya disampaikan akun Sekar Arumia dalam grup Facebook “INFO NGRAYUN”. Ia menyoroti menu makanan yang dinilai monoton selama dua pekan terakhir.
Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kejenuhan pada siswa dan dikhawatirkan berdampak pada kesehatan. Salah satu sekolah yang disebut terdampak adalah SD Negeri 3 Ngrayun.
Pengunggah juga mendorong agar pengelola lebih kreatif dalam menyusun komposisi menu bergizi, termasuk memvariasikan sumber protein dari berbagai bahan pangan.
Sejumlah wali murid lainnya disebut telah menyampaikan komplain langsung kepada pihak SPPG. Pengelola pun, menurut mereka, telah berjanji melakukan perbaikan dalam waktu mendatang.
Mengacu pada pedoman resmi Badan Gizi Nasional (BGN), pelaksanaan Program MBG mewajibkan setiap SPPG menerapkan standar keamanan pangan, evaluasi layanan, serta penyusunan menu yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi dan potensi pangan daerah.
Dalam berbagai pedoman dan petunjuk teknisnya, BGN juga menegaskan pentingnya pengawasan, evaluasi berkala, serta penerapan higiene dan sanitasi guna menjamin kualitas makanan bagi penerima manfaat program. (Fjr)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
