Penutupan Sedotan Pasir Sungai Grindulu Dikeluhkan Sopir Material
![]() |
| Penutupan sedotan pasir di Sungai Grindulu dikeluhkan sopir material Pacitan. (Foto: Acir) |
Aktivitas yang dihentikan sejak 20 Mei 2026 itu membuat para sopir kehilangan penghasilan dari pengangkutan pasir lokal.
Keluhan tersebut disampaikan salah satu sopir material pasir berinisial HN kepada awak media melalui sambungan telepon
Ia mengaku sejak penutupan dilakukan oleh pihak kepolisian, para sopir tidak lagi bisa memuat pasir untuk dikirim ke berbagai proyek pembangunan maupun kebutuhan masyarakat.
“Iya mas, kami sudah sejak sedotan pasirnya ditutup oleh Polres tidak muat pasir lokal. Kami itu tidak untuk kaya dari hasil muat pasir itu mas, kami hanya ingin bisa memberi makan anak istri,” ujarnya.
Menurut HN, sebagian besar armada dump truck yang digunakan para sopir masih dalam masa angsuran sehingga pendapatan dari mengangkut pasir menjadi penopang utama ekonomi keluarga.
“Jika ada sisa kami kumpulkan untuk bayar angsuran bank juga leasing armada karena kebanyakan dari kami armada masih angsuran mas,” lanjutnya.
Ia mengatakan selama ini sopir material tidak hanya melayani kebutuhan proyek pembangunan, tetapi juga menyuplai pasir lokal untuk pembangunan KDKMP serta berbagai pesanan masyarakat di Pacitan.
“Ya karena sedotannya ditutup kami tidak bisa juga menyuplai pasir untuk koperasi merah putih, selain proyek yang lain juga pesanan masyarakat. Tapi ada depo pasir di Pacitan tidak ditutup, kalau ambil dari situ harganya kan beda mas,” imbuhnya.
Para sopir berharap ada kebijakan dari pihak berwenang agar aktivitas sedotan pasir dapat kembali dibuka dengan aturan yang jelas.
Mereka mengaku khawatir jika kondisi tersebut berlangsung lebih lama karena berdampak langsung pada penghasilan para pekerja di sektor material pasir.
“Kami berharap ada kebijakan dan pembukaan kembali sedotan pasir dari Polres. Kami ini hanya rakyat kecil yang ingin menafkahi anak istri mas, tidak untuk mencari kaya. Rekan-rekan juga sudah berembuk jika tidak ada kebijakan maka kami sopir-sopir mulai Pacitan sampai Sudimoro akan melakukan aksi untuk mendapatkan kebijakan tersebut,” pungkas HN.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait mengenai penutupan aktivitas sedotan pasir di Sungai Grindulu tersebut. (@Acr)
