-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Cadangan Daya Sistem Jawa-Bali Turun, PLN Lakukan Pengaturan Beban Listrik di Jatim

Foto: Ilustrasi Ai.
GARDAJATIM.COM: Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir dipicu menyusutnya pasokan daya sistem kelistrikan Jawa-Bali hingga di bawah 5 persen.

Kondisi tersebut memaksa PT PLN (Persero) menerapkan manajemen beban untuk menjaga kestabilan sistem.

Wilayah yang terdampak meliputi kawasan Gerbangkertosila yang mencakup Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, serta Malang Raya dan sejumlah daerah lain di bawah unit pelayanan PLN di Jawa Timur. Durasi pemadaman rata-rata berlangsung antara satu hingga tiga jam.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan tekanan terhadap sistem kelistrikan terjadi setelah dua unit pembangkit besar mengalami kendala teknis operasional sehingga harus keluar dari sistem sementara waktu.

Di saat bersamaan, pasokan batu bara jenis medium rank coal untuk sejumlah pembangkit listrik tenaga uap di Pulau Jawa juga mengalami penurunan.

Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Dana Puspita Sari, mengatakan seluruh personel teknis dikerahkan selama 24 jam untuk melakukan stabilisasi tegangan dan mempercepat pemulihan sistem.

"PLN saat ini tengah mengerahkan sumber daya untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan menyusul adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik," kata Dana Puspita Sari dalam keterangan resmi yang dikutip ANTARA, Rabu, 17 Juni 2026.

Gangguan pasokan listrik tersebut turut memengaruhi aktivitas masyarakat dan layanan publik. Sejumlah lampu lalu lintas di Surabaya dilaporkan sempat tidak berfungsi sehingga petugas Dinas Perhubungan harus melakukan pengaturan kendaraan secara manual.

Pelaku usaha juga mulai merasakan dampaknya. Sejumlah hotel dan pusat bisnis di Surabaya terpaksa mengoperasikan generator cadangan untuk menjaga layanan tetap berjalan, yang berdampak pada meningkatnya biaya operasional.

PLN menyatakan tengah mempercepat pemulihan dua unit pembangkit yang mengalami gangguan dan berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk menambah pasokan batu bara ke sejumlah PLTU.

Perusahaan menargetkan kondisi sistem kelistrikan Jawa-Bali dapat kembali stabil secara bertahap.

Menyusutnya cadangan daya hingga di bawah ambang aman tersebut menjadi perhatian karena menunjukkan rentannya sistem interkoneksi Jawa-Bali terhadap gangguan pembangkit dan pasokan energi primer, terutama ketika permintaan listrik di kawasan industri dan perkotaan masih tinggi. (Tim Redaksi)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar