-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Masuk dari Bangku Cadangan, Deniz Undav Selamatkan Jerman dari Ancaman Pantai Gading

Selebrasi Deniz Undav bersama rekan setim usai mencetak gol kemenangan yang membawa Jerman menundukkan Pantai Gading 2-1 pada laga Grup E Piala Dunia 2026. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM: Kemenangan Jerman atas Pantai Gading pada laga kedua Grup E Piala Dunia 2026 tak hanya memperlihatkan mental juara Die Mannschaft, tetapi juga menegaskan pentingnya kedalaman skuad dalam turnamen singkat.

Saat para pemain inti kesulitan membongkar pertahanan lawan, solusi justru datang dari bangku cadangan.

Dalam pertandingan di Stadion Toronto, Minggu, 21 Juni 2026, Jerman sempat berada di bawah tekanan setelah Pantai Gading unggul lebih dulu melalui Franck Kessié pada menit ke-30.

Tim Afrika itu mampu menjaga keunggulan hingga turun minum berkat organisasi pertahanan yang disiplin.

Pelatih Julian Nagelsmann kemudian mengubah arah permainan pada babak kedua. Masuknya Deniz Undav pada menit ke-59 menjadi titik balik bagi Jerman.

Penyerang yang menggantikan Jamal Musiala itu langsung memberi dampak dengan gol penyeimbang pada menit ke-68.

Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Undav kembali muncul pada masa injury time.

Golnya pada menit ke-90+4 memastikan kemenangan 2-1 bagi Jerman sekaligus menjaga peluang mereka melangkah ke fase gugur.

Kemenangan ini menunjukkan bahwa Jerman tidak hanya bergantung pada nama-nama besar seperti Kai Havertz, Leroy Sané, atau Florian Wirtz. Saat para pemain depan utama mengalami kebuntuan, pemain pelapis justru menjadi pembeda.

Secara statistik, Jerman memang lebih dominan dengan penguasaan bola mencapai 55 persen.

Tim asuhan Nagelsmann juga mencatatkan 16 tembakan dengan tujuh di antaranya mengarah tepat ke gawang.

Sementara Pantai Gading yang mengandalkan serangan balik hanya menghasilkan sembilan percobaan dan dua yang tepat sasaran.

Meski gagal membawa pulang poin, Pantai Gading memperlihatkan bahwa mereka mampu menyulitkan salah satu kandidat juara.

Tim asuhan Emerse Faé sempat membuat Jerman frustrasi selama lebih dari satu jam pertandingan dan nyaris mengamankan hasil imbang sebelum gol dramatis Undav mengubah segalanya.

“Keputusan pergantian pemain menjadi faktor yang menentukan hasil akhir,” demikian gambaran yang terlihat dari laga tersebut.

Bagi Jerman, tiga poin ini menjadi bukti bahwa kedalaman skuad bisa menjadi senjata utama dalam persaingan panjang menuju gelar Piala Dunia 2026.



Penulis: Fajar
Editor: Redaksi
Sumber: Reuters
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar