Di Balik Suspensi 11 SPPG Ponorogo, Plt Bupati Singgung Lemahnya Pembinaan
Fajar Setiawan
... menit baca
![]() |
| Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita. (Foto: Arsip Gardajatim.com) |
Menurut dia, pemerintah kabupaten melalui Satuan Tugas (Satgas) telah berupaya melakukan pendampingan secara rutin kepada dapur-dapur SPPG. Namun, pembinaan dari pihak Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai belum optimal.
“Kalau dari pemkab, Satgas Ponorogo terus melakukan pembinaan ke dapur SPPG,” ujarnya kepada Gardajatim.com, Selasa, 2 Juni 2026.
Di sisi lain, proses suspensi sendiri berjalan melalui mekanisme berjenjang. Koordinator Wilayah (Korwil) SPPI MBG Ponorogo, Shiella Ammanda menjelaskan, bahwa langkah tersebut diawali dari laporan kepala SPPG berdasarkan temuan di lapangan.
Sebelum pengajuan suspensi, kepala SPPG terlebih dahulu menyurati yayasan mitra untuk melakukan pembenahan.
Jika belum ada tindak lanjut, dilakukan pendataan lanjutan dan konfirmasi berulang, termasuk terkait fasilitas yang belum memenuhi standar seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Kalau memang belum ada perbaikan, baru diajukan untuk suspend,” kata Shiella.
Ia menegaskan, peran Satgas dalam proses ini terbatas pada pengusulan. Adapun keputusan akhir tetap berada di tingkat pusat.
“Satgas bisa mengajukan suspend, tetapi penetapan tetap di BGN pusat,” ujarnya.
Setelah surat suspensi diterbitkan, pengelola SPPG diminta melakukan perbaikan. Jika pembenahan telah dilakukan, mereka dapat mengajukan pencabutan yang selanjutnya diverifikasi oleh BGN.
Saat ini, baru sebagian SPPG yang mengajukan pencabutan. “Surat permohonan pencabutan sudah dinaikkan. Tinggal menunggu verifikasi pusat,” kata Shiella.
Ia juga menyebut, pihak mitra dan yayasan telah melakukan tindak lanjut atas temuan yang ada, dengan komunikasi yang dinilai berjalan baik selama proses perbaikan.
"Pihak mitra dan yayasan yang kami temui tadi juga sudah memberikan tindak lanjut perbaikan dari suspend tersebut. Alhamdulillah kami rasa komunikasinya juga baik," imbuhnya.
Adapun 11 SPPG yang terdampak suspensi tersebar di sejumlah wilayah, yakni Tonatan 2, Mangkujayan, Sawoo Grogol, Slahung Nailan, Bungkal Kalisat, Jenangan Semanding, Siman Pijeran, Bungkal Kunti, Jenangan Ngrupit, Sawoo Ketro, dan Babadan Kertosari.
Sorotan terhadap lemahnya pembinaan menjadi catatan penting di tengah mekanisme pengawasan yang terpusat.
Evaluasi terhadap koordinasi antara daerah dan pusat dinilai krusial agar pelaksanaan program MBG berjalan efektif dan tidak berulang memicu kebijakan serupa di lapangan. **
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
