Di Tengah Isu Dana Rp1,6 Miliar, Progres KDKMP Ponorogo Tembus 82 Persen
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Letkol Arh Farauk Saputra, S.Sos. (Foto: doc. Gardajatim.com) |
Saat dikonfirmasi, Farauk menyebut informasi mengenai anggaran tersebut masih sebatas isu yang beredar.
Ia juga tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kebenaran maupun mekanisme anggaran yang dimaksud.
“Itu masih sebatas isu saja," katanya, Jumat, 5 Juni 2026.
Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang, Farauk memastikan progres pembangunan KDKMP di Kabupaten Ponorogo terus berjalan. Hingga saat ini, capaiannya telah mencapai 82 persen.
Menurut dia, sejumlah aspek masih terus dipersiapkan menjelang operasional koperasi, mulai dari penyediaan lahan hingga kelengkapan sarana dan prasarana pendukung.
Khusus di wilayah kelurahan yang berada di Kecamatan Ponorogo, kendala utama yang masih dihadapi adalah keterbatasan lahan untuk pembangunan KDKMP.
Persoalan tersebut, kata Farauk, pada dasarnya menjadi kewenangan Pemerintah Daerah.
“Untuk daerah yang tidak memiliki lahan, ada harapan nantinya dilakukan revisi terkait tipe bangunan yang lebih minimalis. Namun sampai saat ini belum ada kepastian mengenai hal tersebut,” katanya.
Terkait keterlibatan TNI dalam program tersebut, Farauk menegaskan peran Kodim lebih diarahkan pada fungsi pengawasan secara berjenjang hingga tingkat Babinsa yang bertugas di desa dan kelurahan.
“Kami melakukan pengawasan sesuai tugas dan fungsi, mulai tingkat Kodim hingga Babinsa di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah daerah di Jawa Timur telah lebih dahulu menjalankan operasional KDKMP. Kabupaten Nganjuk, Blitar, dan Lamongan, telah melakukan peluncuran dan mulai beroperasi sejak awal Mei lalu.
Sementara di Ponorogo, pengisian produk yang akan dipasarkan melalui koperasi masih belum dilakukan. Meski demikian, persiapan sarana dan prasarana mulai berjalan secara bertahap.
“Untuk sarpras sudah mulai berjalan, seperti pengadaan AC, rak, hingga kendaraan operasional. AC memang menjadi fasilitas standar, tetapi pemasangannya dilakukan bertahap karena jumlahnya cukup banyak. Begitu juga armada truk yang pengirimannya dilakukan secara bertahap,” tutupnya. (Fjr)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
