Didukung Fasilitas Modern, Stasiun Caruban Layani Lebih dari 56 Ribu Penumpang dalam Lima Bulan
GARDAJATIM.COM: Stasiun Caruban yang berada di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun terus memperkuat perannya sebagai simpul transportasi utama di Kabupaten Madiun. 
Aktivitas penumpang di Stasiun Caruban yang terus mencatat pertumbuhan pengguna seiring peningkatan layanan dan fasilitas modern. (Foto: Ist.)
Selama periode Januari hingga Mei 2026, stasiun kelas 2 yang berada di Kelurahan Krajan, Kecamatan Mejayan ini melayani total 56.186 pelanggan, terdiri atas 29.831 penumpang berangkat dan 26.355 penumpang datang.
Capaian tersebut menunjukkan tren positif kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api.
Rata-rata, Stasiun Caruban melayani lebih dari 200 penumpang per hari baik untuk keberangkatan maupun kedatangan dan menjadi salah satu penunjang mobilitas masyarakat di pusat pemerintahan Kabupaten Madiun.
Secara geografis, Stasiun Caruban memiliki posisi strategis karena menghubungkan masyarakat Kabupaten Madiun dengan berbagai kota di Pulau Jawa, baik perjalanan regional maupun antarkota jarak jauh seperti Surabaya, Yogyakarta, Jakarta, Kiaracondong Bandung, Semarang, Cirebon, Kediri, Blitar hingga Malang.
Saat ini Stasiun Caruban melayani sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh, di antaranya KA Brantas, KA Kahuripan, KA Singasari, KA Kertanegara, dan KA Malioboro Ekspres untuk konektivitas wilayah Kertosono, Kediri, Tulungagung, Blitar, dan Malang.
Selain itu tersedia layanan KA Jayakarta, KA Logawa, KA Gaya Baru Malam Selatan, KA Pasundan, KA Sri Tanjung, KA Sangkuriang, hingga layanan menuju Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Cirebon, Jakarta, Bandung, Jember, Banyuwangi serta integrasi dua perjalanan KA Bandara Adi Soemarmo.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan pertumbuhan jumlah penumpang menjadi dorongan bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas di Stasiun Caruban.
“Stasiun Caruban memiliki posisi yang sangat penting karena menjadi pintu gerbang utama keluar-masuk Kabupaten Madiun sekaligus menghubungkan pusat pemerintahan dengan berbagai destinasi strategis. Guna meningkatkan kenyamanan pelanggan, KAI baru-baru ini menghadirkan fasilitas ruang tunggu Luxury Lounge di Stasiun Caruban,” ujar Tohari.
Selain menghadirkan Luxury Lounge, Stasiun Caruban juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang layanan, antara lain ruang tunggu utama berkapasitas memadai, musala, toilet, area parkir kendaraan roda dua dan roda empat, layanan reservasi dan pembelian tiket secara daring maupun melalui Loket Box, peron yang ramah disabilitas, serta integrasi dengan moda transportasi lanjutan seperti angkutan daring dan angkutan umum.
“Dengan pertumbuhan jumlah pengguna dan letaknya yang berada di pusat pemerintahan, Stasiun Caruban akan terus kami dorong untuk menjadi representasi layanan kereta api yang modern, aman, dan nyaman di Kabupaten Madiun,” tambah Tohari.
Akses layanan Stasiun Caruban juga dimanfaatkan masyarakat dari berbagai wilayah sekitar seperti Kecamatan Saradan, Balerejo, Wungu hingga sebagian kawasan perbatasan Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ngawi, dan Kabupaten Magetan.
KAI Daop 7 Madiun menilai tingginya mobilitas tersebut menunjukkan peran penting transportasi kereta api dalam mendukung aktivitas ekonomi, perjalanan dinas, pendidikan, industri kreatif, hingga sektor pariwisata daerah. (Hms/Mah)