Gajah Manggolo SMAN 1 Ponorogo Tampil Memukau di FNRP 2026, Sugeng Srikandi: Layak Masuk Jajaran Terbaik
![]() |
| Penampilan Group Reyog Gajah Manggolo SMAN 1 Ponorogo di FNRP 2026. (Foto: doc. Gardajatim.com) |
Penampilan Gajah Manggolo menampilkan perpaduan gerak tari, kekuatan ekspresi, iringan gamelan, serta senggakan khas yang membangun suasana pertunjukan menjadi lebih hidup. Sejak awal hingga akhir penampilan, antusiasme penonton terlihat tinggi dengan tribun yang dipenuhi masyarakat dari berbagai kalangan.
Ketua Komite SMAN 1 Ponorogo, Sugeng Srikandi, menyampaikan rasa bangga atas penampilan para siswa yang dinilainya telah memberikan kemampuan terbaik setelah menjalani proses latihan yang panjang dan intensif.
“Penampilan mereka sangat maksimal. Paduan gerak, kekompakan, dan energi para pemain menunjukkan kualitas yang telah dipersiapkan dengan baik. Kami bersyukur seluruh tim dapat tampil sesuai harapan,” ujarnya usai pertunjukan.
Menurut Sugeng, keberhasilan menghadirkan penampilan yang memukau tidak terlepas dari persiapan yang dilakukan selama kurang lebih tiga bulan. Dalam proses tersebut, tim Gajah Manggolo menjalani latihan rutin dengan pendampingan pelatih dan dukungan koreografer dari Universitas Brawijaya Malang.
“Kami mempersiapkan diri selama tiga bulan dengan latihan yang disiplin. Dukungan berbagai pihak, termasuk koreografer dari Universitas Brawijaya, menjadi bagian penting dalam penyempurnaan konsep garapan tahun ini,” katanya.
Di atas panggung, harmonisasi antara para penari, pembarong, jathil, pengrawit, dan pendukung pertunjukan lainnya mampu menghadirkan sajian reyog yang energik dan komunikatif. Penonton beberapa kali memberikan tepuk tangan sebagai bentuk apresiasi terhadap jalannya pertunjukan.
Tingginya minat masyarakat untuk menyaksikan penampilan tersebut juga terlihat dari padatnya area penonton. Sejumlah kursi tambahan disiapkan panitia untuk mengakomodasi pengunjung yang terus berdatangan hingga menjelang penampilan berakhir.
Sugeng menegaskan bahwa partisipasi dalam FNRP tidak hanya berorientasi pada hasil akhir kompetisi, tetapi juga sebagai sarana melestarikan seni budaya reyog sekaligus memberikan ruang kreativitas bagi generasi muda.
“Target kami tentu memberikan yang terbaik. Namun yang tidak kalah penting adalah menghadirkan pertunjukan yang berkualitas, menghibur masyarakat, serta menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya Reyog Ponorogo,” tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, panitia dan dewan juri FNRP XXXI Tahun 2026 belum mengumumkan hasil penilaian maupun pemenang lomba. Meski demikian, penampilan Gajah Manggolo SMAN 1 Ponorogo dinilai banyak pihak sebagai salah satu penampilan yang mendapat respons positif dari penonton selama gelaran festival berlangsung.
Publik kini menantikan hasil resmi dari dewan juri untuk mengetahui posisi akhir peserta dalam kompetisi reyog tingkat nasional tersebut. (Arie)
