-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Jembatan Garuda di Ponorogo Rampung, Akses Warga dan Pelajar Makin Mudah

Jembatan Garuda di Desa Ngloning, Kecamatan Slahung, Ponorogo, resmi rampung dan siap digunakan masyarakat.
GARDAJATIM.COM: Penantian panjang warga Desa Ngloning, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, akhirnya terjawab. Jembatan Perintis Garuda yang selama bertahun-tahun diidamkan masyarakat kini telah rampung dan siap digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari warga.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap IV Tahun 2026 yang dikerjakan melalui kolaborasi TNI AD bersama masyarakat di bawah koordinasi Kodim 0802/Ponorogo resmi selesai pada Kamis, 4 Juni 2026.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memperkuat konektivitas wilayah pedesaan melalui pembangunan infrastruktur dasar.

Komandan Kodim 0802/Ponorogo bersama unsur masyarakat terlibat dalam pengerjaan sejumlah jembatan yang tersebar di empat kecamatan, yakni Bungkal, Sambit, Slahung, dan satu wilayah lainnya yang menjadi sasaran program pembangunan tahun ini.

Keberadaan jembatan tersebut dinilai membawa dampak signifikan bagi masyarakat. Selain mempersingkat akses transportasi, infrastruktur itu juga diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian, memudahkan mobilitas pelajar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Ngloning, Hariyanto, mengaku bersyukur atas selesainya pembangunan jembatan yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak warga.

“Alhamdulillah, terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah. Jembatan ini sudah kami tunggu selama puluhan tahun karena menjadi akses yang sangat vital bagi masyarakat,” kata Hariyanto, Kamis, 4 Juni 2026.

Menurut dia, sebelum jembatan dibangun, warga kerap mengalami kesulitan saat mengangkut hasil pertanian maupun ketika anak-anak berangkat dan pulang sekolah. Kondisi itu semakin terasa ketika musim hujan tiba.

“Jembatan ini sangat membantu masyarakat, baik petani, pedagang, maupun pelajar. Akses yang sebelumnya sulit kini menjadi lebih mudah dan aman,” ujarnya.

Rasa syukur serupa juga disampaikan warga dan Pemerintah Desa Ngloning. Mereka menilai Jembatan Garuda bukan sekadar proyek fisik, melainkan infrastruktur yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat desa.

Dengan selesainya pembangunan tersebut, warga berharap konektivitas antarwilayah semakin terbuka dan aktivitas ekonomi dapat berkembang lebih cepat.

Jembatan yang kini berdiri kokoh itu diharapkan menjadi penopang mobilitas masyarakat sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di kawasan pedesaan Ponorogo. (MdC0802/Red)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar