-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

KAI Daop 7 Edukasi 566 Siswa dan Guru di Madiun-Kediri tentang Keselamatan Jalur Kereta Api

Tim KAI Daop 7 Madiun memberikan edukasi keselamatan perkeretaapian kepada siswa dan guru di sekolah yang berada di sekitar jalur kereta api. (Foto: Ist.)
GARDAJATIM.COM: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun melibatkan 566 siswa dan guru dalam kegiatan sosialisasi keamanan dan keselamatan perkeretaapian yang digelar di wilayah rawan gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), Jumat (19/6/2026). 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan perjalanan kereta api sejak usia dini.

Sosialisasi dilaksanakan di dua sekolah, yakni SDN Bancong di Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, serta SMPN 2 Papar di Desa Mingiran, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri. 

Program tersebut menyasar lingkungan yang berada di sekitar jalur kereta api dan melibatkan siswa maupun tenaga pendidik.

Dalam kegiatan itu, tim PT KAI Daop 7 Madiun yang terdiri dari unsur pengamanan turut mengenalkan profesi Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) kepada para peserta. 

Selain itu, peserta menerima materi mengenai pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan di lingkungan jalur rel.

Materi yang diberikan meliputi bahaya bermain di sekitar jalur kereta api, pentingnya mematuhi rambu-rambu, hingga disiplin saat melintas di perlintasan sebidang sebagai langkah pencegahan kecelakaan.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang akibat kurangnya kewaspadaan pengguna jalan sekaligus meminimalkan gangguan perjalanan kereta api.

“Kami terus mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar membangun kesadaran sejak dini terkait bahaya bermain di sekitaran jalur kereta api. Jalur KA bukanlah area untuk beraktivitas selain kepentingan operasional. Disiplin dalam berlalu lintas di perlintasan sebidang juga menjadi kunci utama keselamatan bersama,” ujar Tohari.

Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah juga diimbau untuk rutin mengingatkan siswa agar tidak bermain maupun beraktivitas di sekitar jalur rel serta segera melaporkan kepada petugas apabila ditemukan potensi gangguan di jalur kereta api. 

Tohari menambahkan bahwa palang pintu perlintasan bukan merupakan alat pengaman utama, melainkan alat bantu sehingga pengguna jalan tetap wajib mematuhi rambu lalu lintas dan memastikan kondisi aman dengan berhenti serta menengok kanan dan kiri sebelum melintas.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pihak sekolah, untuk bersama-sama ikut menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api. Kepatuhan terhadap aturan adalah bentuk nyata kontribusi dalam menciptakan transportasi yang aman dan andal,” tutup Tohari. 

KAI Daop 7 Madiun menyatakan akan terus melakukan sosialisasi secara berkala di berbagai titik strategis yang memiliki potensi gangguan keselamatan. (Hms/Mah)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar