-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Kirab Pusaka Grebeg Suro Ponorogo Dipadati Ribuan Warga, UMKM Ikut Bergeliat

Ribuan warga memadati kawasan pusat Kabupaten Ponorogo untuk menyaksikan Kirab Pusaka Grebeg Suro. (Foto: Andhika)
GARDAJATIM.COM: Ribuan warga memadati sejumlah ruas jalan di kawasan pusat Kabupaten Ponorogo untuk menyaksikan Kirab Pusaka dalam rangkaian perayaan Grebeg Suro, Senin (15/6/2026). 

Tradisi tahunan tersebut kembali digelar sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus simbol sejarah dan identitas daerah.

Grebeg Suro merupakan agenda pesta rakyat yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam rangka menyambut Bulan Muharam dalam kalender Islam atau yang dikenal sebagai Bulan Suro dalam penanggalan Jawa. 

Beragam kegiatan religi dan budaya menjadi bagian dari rangkaian perayaan tersebut.

Beberapa agenda yang digelar antara lain Festival Nasional Reyog Ponorogo, Festival Reyog Remaja, Pameran Pusaka, kegiatan berbagai komunitas, hingga Larungan Risalah Doa di Telaga Ngebel. 

Dari seluruh rangkaian itu, Kirab Pusaka dan Pawai Lintas Sejarah menjadi salah satu acara yang paling dinanti masyarakat.

Kirab Pusaka menjadi simbol sejarah perpindahan pusat pemerintahan Ponorogo dari kawasan Kota Lama menuju wilayah Kota Baru di sekitar Alun-Alun Ponorogo. 

Dalam prosesi tersebut ditampilkan arak-arakan tiga pusaka utama peninggalan pendiri Ponorogo, yakni Tombak Kiai Tunggul Nogo, Sabuk Angking Cinde Puspito, dan Payung Songsong Kiai Tunggul Wulung.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur di Kabupaten Ponorogo, mulai dari Plt. Bupati Ponorogo, organisasi perangkat daerah (OPD), Kodim, Polres, unsur sekolah, bregada, hingga kelompok pendukung lainnya. 

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan akibat membludaknya jumlah penonton, dilakukan rekayasa lalu lintas di sepanjang rute kirab yang melintasi Jalan Niken Gandini, Jalan Bathoro Katong, Jalan Ahmad Dahlan, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Jenderal Sudirman, dan berakhir di Alun-Alun Ponorogo.

Tak hanya menjadi ruang pelestarian budaya, pelaksanaan Kirab Pusaka juga membawa dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Pedagang dadakan tampak bermunculan di sepanjang jalur kirab, bahkan sebagian berasal dari luar Kabupaten Ponorogo.

“Sudah tiga tahun saya berjualan saat Kirab Pusaka di Ponorogo dan Alhamdulillah dagangan selalu habis,” ujar Wahyu, pedagang asongan asal Wonogiri.

Para pedagang berharap agenda besar seperti Grebeg Suro terus digelar karena memberi dampak positif terhadap pendapatan usaha kecil. 

Sepanjang kirab berlangsung, jajaran pemerintah daerah juga terlihat menyapa masyarakat yang memadati sisi jalan. 

Suasana semakin meriah ketika sejumlah camilan dibagikan kepada warga dan disambut antusias oleh penonton.

Bagi masyarakat, Grebeg Suro bukan hanya menjadi hiburan tahunan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap sejarah dan para leluhur yang memiliki peran dalam perjalanan berdirinya Kabupaten Ponorogo. (@Andhika)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar