PLN Diultimatum Bahlil Setelah Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan ultimatum kepada PLN terkait pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Jawa. (Foto: Instagram/Bahlil Lahadalia) |
Pemerintah meminta PT PLN (Persero) segera melakukan langkah mitigasi dan memastikan gangguan serupa tidak kembali terulang.
Ultimatum tersebut disampaikan setelah masyarakat di berbagai daerah mengeluhkan pemadaman yang berlangsung akibat terganggunya pasokan daya dalam sistem kelistrikan Jawa.
Bahlil menegaskan pemerintah telah menjalankan fungsi sebagai regulator dan memberikan dukungan penuh untuk menjaga keandalan pasokan energi nasional.
"Saya kurang tegas apa lagi?" kata Bahlil sebagaimana dikutip Kompas.com, Kamis, 19 Juni 2026.
Menurut Bahlil, listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh terganggu dalam waktu lama.
Karena itu, PLN diminta bertanggung jawab penuh sebagai operator sistem kelistrikan untuk mempercepat pemulihan dan meningkatkan antisipasi terhadap potensi gangguan.
Pemadaman bergilir yang terjadi belakangan diketahui dipicu oleh gangguan teknis pada dua unit pembangkit listrik besar milik Independent Power Producer (IPP) yang terhubung ke sistem kelistrikan Jawa.
Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya pasokan daya sehingga PLN menerapkan manajemen beban terbatas di sejumlah wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Selain faktor teknis, pemerintah juga mengakui adanya tantangan dalam penyediaan batu bara kalori menengah yang dibutuhkan sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Dari kebutuhan sekitar 154 juta ton batu bara per tahun, kontrak yang telah diamankan PLN baru mencapai sekitar 134 juta ton.
"Saya harus akui bahwa PLN dalam 134 juta ton itu membutuhkan batu bara yang medium, yang kalorinya agak bagus," ujar Bahlil dalam rapat kerja bersama DPR, sebagaimana dikutip Republika, 18 Juni 2026.
Kementerian ESDM menilai persoalan pasokan tersebut tidak lepas dari kebijakan harga batu bara domestik atau Domestic Market Obligation (DMO).
Harga jual batu bara untuk PLN yang masih dipatok 70 dolar Amerika Serikat per ton dinilai kurang menarik bagi sebagian produsen di tengah tingginya harga pasar global.
"Jadi, harga jual ke PLN itu untuk perusahaannya sudah tidak ada keuntungan. Itulah yang menjadi masalah," kata Bahlil.
Meski demikian, pemerintah memastikan stok batu bara nasional secara umum masih tersedia. Persoalan utama berada pada ketersediaan batu bara kalori menengah yang sesuai dengan kebutuhan operasional sejumlah pembangkit.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan perusahaan saat ini fokus mempercepat perbaikan unit pembangkit yang mengalami gangguan sekaligus mengoptimalkan pembangkit lain untuk menjaga stabilitas pasokan listrik. Proses pemulihan dilakukan secara bertahap dengan dukungan penuh dari pemerintah.
Kementerian ESDM bersama Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara juga tengah mempercepat upaya pengamanan pasokan energi primer bagi pembangkit listrik di Jawa.
Selain itu, pemerintah membuka opsi evaluasi kebijakan harga DMO untuk menjamin keberlanjutan pasokan batu bara domestik.
Di tengah proses pemulihan tersebut, Bahlil memastikan pemerintah akan terus mengawasi kinerja PLN agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.
"Insyaallah nggak ya, profesional," ujar Bahlil saat ditanya mengenai kemungkinan pemadaman serupa kembali terjadi di masa mendatang.
Penulis: Fajar
Editor: Redaksi
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
