PSHT Cabang Ponorogo Rebut Juara Umum dan Piala Bergilir Bumi Reog Competition 2026
Fajar Setiawan
... menit baca
![]() |
| Ketua Cabang PSHT Ponorogo Moh. Komarudin bersama kontingen Juara Umum Bumi Reog Competition 2026. (Foto: Humas PSHT Cab. Ponorogo) |
Hasil tersebut mengantarkan kontingen tuan rumah meraih Piala Bergilir sekaligus predikat Kontingen Terbaik pada kejuaraan pencak silat tingkat nasional yang digelar di GOR Singodimedjo, Ponorogo, 25–27 Juni 2026.
Dominasi PSHT Ponorogo terlihat hampir di seluruh kelompok usia. Pada kategori usia dini, kontingen ini menjadi juara umum pertama dengan perolehan 30 emas, 18 perak, dan 26 perunggu.
Di kategori praremaja, mereka menempati posisi kedua dengan 24 emas, 16 perak, dan 27 perunggu.
Prestasi berlanjut pada kategori remaja dan dewasa. PSHT Ponorogo kembali menjadi juara umum di kategori remaja dengan raihan 22 emas, 17 perak, dan 20 perunggu, serta memuncaki kategori dewasa melalui 15 emas, tujuh perak, dan lima perunggu.
Selain mendominasi klasemen medali, kontingen Ponorogo juga meraih sejumlah penghargaan individu. Hafizh Saiful Ghazi dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik, Hanna Avilia Lorenza menjadi Pesilat Terbaik Remaja Putri, sedangkan Anik Tri Wahyuningtyas, menerima penghargaan sebagai Wasit Juri Favorit.
Ketua PSHT Cabang Kabupaten Ponorogo Pusat Madiun Indonesia, Moh. Komarudin, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan serta kerja sama seluruh elemen organisasi.
"Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras atlet, pelatih, dan dukungan seluruh warga PSHT Ponorogo. Yang terpenting bukan hanya membawa pulang piala, tetapi menjaga semangat sportivitas dan membentuk karakter generasi muda," kata Komarudin, Sabtu, 27 Juni 2026.
Koordinator Pelatih Kontingen PSHT Ponorogo, Aji Bangkit Pamungkas, menyebut program latihan yang terfokus pada peningkatan fisik, teknik, dan mental bertanding menjadi faktor penting di balik keberhasilan para atlet.
Menurut dia, evaluasi dilakukan secara berkala pada setiap kelompok usia agar atlet mampu tampil konsisten selama pertandingan. Meski berhasil meraih juara umum, ia meminta seluruh atlet tidak cepat berpuas diri.
"Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk terus berkembang. Kompetisi selesai, tetapi proses latihan harus terus berjalan agar kualitas atlet tetap terjaga," ujarnya.
BRC 2026 merupakan kejuaraan pencak silat nasional yang mempertemukan berbagai perguruan dan kontingen dari sejumlah daerah.
Selain menjadi arena kompetisi, kejuaraan tersebut juga diarahkan sebagai upaya pembinaan atlet sekaligus pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia.
Keberhasilan merebut juara umum dan piala bergilir mempertegas posisi PSHT Cabang Kabupaten Ponorogo sebagai salah satu kekuatan pembinaan pencak silat di tingkat nasional.
Pengurus cabang menyatakan akan menjadikan hasil tersebut sebagai pijakan untuk menyiapkan atlet menghadapi kejuaraan berikutnya, sekaligus memperkuat pembinaan sejak usia dini hingga tingkat dewasa. (Rls/Red)
Sebelumnya
...
