-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Rampung Akuisisi Lahan, Jalur Ekstrem Irung Petruk Pacitan Siap Dirancang Ulang

Budi Harisantoso saat ditemui di ruang kerjanya. (Foto: Acir Hernowo/Gardajatim.com)
GARDAJATIM.COM: Rampungnya proses akuisisi lahan untuk proyek pelurusan jalur ekstrem Irung Petruk di ruas Pacitan–Ponorogo menandai dimulainya tahap baru, yakni penyusunan perencanaan teknis detail atau Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar pembangunan ulang trase jalan tersebut.

Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Pacitan Dinas PU Bina Marga Jawa Timur, Budi Harisantoso, mengatakan seluruh bidang tanah yang dibutuhkan untuk pengembangan jalur baru telah berhasil dibebaskan.

“Pembebasan lahan sudah selesai. Saat ini proyek memasuki tahap penyusunan DED atau perencanaan teknis,” ujar Budi, Selasa, 2 Juni 2026.

Ia menjelaskan, terdapat lima bidang tanah milik warga yang masuk dalam area proyek. Seluruhnya berada di depan Balai Desa Pucangombo, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan.

Untuk pembebasan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar dari APBD.

Dari jumlah itu, nilai fisik tanah yang dibebaskan mencapai sekitar Rp659 juta. Angka tersebut belum termasuk biaya administrasi seperti pengurusan sertifikat dan appraisal oleh tim independen.

Menurut Budi, penyusunan DED menjadi tahapan penting sebelum proyek masuk ke fase konstruksi.

Dokumen ini akan memuat desain teknis secara rinci, metode pelaksanaan pekerjaan, hingga estimasi kebutuhan anggaran secara keseluruhan.

Meski pembebasan lahan telah rampung, pembangunan fisik belum bisa langsung dilakukan. Pemerintah masih harus menyelesaikan tahapan perencanaan serta pengusulan anggaran konstruksi.

“Untuk progres fisik akan mulai diusulkan pada 2027. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, pembangunan diperkirakan bisa dimulai pada 2028,” katanya.

Proyek pelurusan jalur Irung Petruk diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp15 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk pekerjaan pemangkasan bukit di kawasan tikungan ekstrem serta pembangunan jembatan baru sebagai bagian dari trase pengganti.

Ruas Pacitan–Ponorogo sendiri merupakan jalur strategis yang menghubungkan wilayah barat dan selatan Jawa Timur.

Selain menjadi akses utama mobilitas warga, jalur ini juga berperan penting dalam distribusi logistik antardaerah.

Selama ini, kawasan Irung Petruk dikenal memiliki tikungan tajam dan kontur medan yang ekstrem sehingga rawan kecelakaan lalu lintas.

Melalui pelurusan trase, pemerintah berharap jalur tersebut menjadi lebih aman, nyaman, dan efisien bagi pengguna jalan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan. (Acr)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar