-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Rompi Merah, Program Bergizi, dan Luka di Kepercayaan Publik

Oleh: M.Ng. Fajar Setiawan Wartoprasetyo

GARDAJATIM.COM: Penangkapan sejumlah pejabat yang terkait dengan program Makan Bergizi (MBG) oleh Kejaksaan Agung kembali menampar wajah birokrasi kita. Program yang sejak awal digadang sebagai jawaban atas persoalan gizi anak bangsa, kini justru terseret ke pusaran dugaan korupsi.

Rompi tahanan berwarna merah muda yang dikenakan para tersangka bukan sekadar simbol proses hukum. Ia adalah penanda ironi: di balik program yang seharusnya memberi makan yang layak bagi masyarakat, justru muncul dugaan praktik yang “memakan” anggaran negara.

Kasus ini memperlihatkan pola lama yang berulang. Program strategis dengan anggaran besar kerap menjadi ladang subur bagi penyimpangan.

Ketika pengawasan lemah dan kekuasaan terkonsentrasi, celah untuk praktik culas terbuka lebar.

Dalih administratif sering kali menjadi tameng, sementara dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat dalam hal ini, anak-anak yang seharusnya menjadi penerima manfaat utama.

Lebih mengkhawatirkan, kasus ini berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap program sosial pemerintah.

MBG bukan sekadar proyek anggaran; ia menyangkut masa depan generasi. Ketika integritas pengelolanya dipertanyakan, maka yang runtuh bukan hanya sistem, tetapi juga harapan.

Penegakan hukum tentu harus diapresiasi. Namun, penindakan saja tidak cukup. Pemerintah perlu menjawab pertanyaan mendasar: bagaimana sistem pengawasan bisa kecolongan? Siapa saja yang bertanggung jawab secara struktural, bukan hanya individu yang kini menjadi tersangka?

Momentum ini seharusnya menjadi titik balik. Transparansi pengelolaan anggaran publik tidak bisa lagi ditawar. Program sosial harus dijaga dari hulu ke hilir, bukan hanya saat masalah mencuat.

Jika tidak, rompi merah itu akan terus berulang berganti orang, tetapi dengan cerita yang sama. Sementara itu, publik hanya bisa bertanya: program bergizi ini, sebenarnya untuk siapa? ***
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar