-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

SPMB 2026 SMAN 1 Ponorogo: Bukan Sekadar Nilai Tinggi, Sekolah Ungkap Ada Skala Prioritas Prestasi

Suasana pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMAN 1 Ponorogo. (Foto: doc. Gardajatim.com)
GARDAJATIM.COM: Polemik Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, khususnya pada jalur prestasi nonakademik, terus memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. 

Di tengah anggapan bahwa peserta dengan nilai atau jumlah sertifikat tertinggi semestinya otomatis lolos, SMAN 1 Ponorogo justru mengungkap adanya pertimbangan lain yang menjadi dasar seleksi.

Humas SMAN 1 Ponorogo menjelaskan, bahwa proses penerimaan pada jalur prestasi nonakademik tidak hanya berpatokan pada akumulasi sertifikat atau skor penilaian.

Sekolah juga mempertimbangkan kebutuhan pengembangan bidang prestasi yang sudah maupun belum dimiliki.

“Jadi dengan 13 kuota untuk prestasi nonakademik, tidak mungkin mengambil di semua bidang prestasi,” ujarnya, Rabu, 24 Juni 2026.

Penjelasan tersebut memberi gambaran bahwa sekolah menerapkan strategi penyusunan komposisi peserta didik berdasarkan kebutuhan.

Jika suatu cabang prestasi telah memiliki representasi yang memadai dari siswa kelas XI dan XII, maka peluang pada bidang tersebut bisa menjadi lebih terbatas dibanding bidang lain yang masih kosong.

Sebagai ilustrasi, apabila sekolah telah memiliki sejumlah atlet bola voli, maka tambahan peserta dari cabang yang sama hanya dipilih sesuai kebutuhan.

Sebaliknya, bidang yang belum memiliki wakil, seperti robotik atau kompetensi tertentu lainnya, dapat menjadi prioritas meski pendaftarnya hanya memiliki satu sertifikat yang dinilai relevan.

“Jadi perangkingan berdasarkan skala prioritas dan penilaiannya kualifikasi sertifikat,” kata Humas SMAN 1 Ponorogo.

Kondisi itu membuat peserta dengan nilai tinggi atau koleksi sertifikat lebih banyak belum tentu memperoleh kursi jika bidang prestasinya tidak masuk kebutuhan prioritas sekolah.

Sebaliknya, peserta dengan nilai relatif lebih rendah dapat memiliki peluang lebih besar apabila berasal dari bidang yang sedang dibutuhkan untuk melengkapi portofolio prestasi sekolah.

Penjelasan ini sekaligus menjawab sebagian pertanyaan publik mengenai mengapa sejumlah peserta dengan capaian nonakademik yang terlihat unggul tidak masuk dalam daftar diterima melalui jalur tersebut. (Rls/Fjr)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar