-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

SPMB SDN 1 Mangkujayan Ponorogo Diprotes, Wali Murid Pertanyakan Dasar Seleksi Jalur Domisili

SD Negeri 1 Mangkujayan Ponorogo.
GARDAJATIM.COM: Sejumlah wali murid mempertanyakan hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SDN 1 Mangkujayan, Kabupaten Ponorogo.

Salah satunya DCS warga Kelurahan Jingglong, yang mengaku anaknya tidak diterima melalui jalur domisili meski menurutnya jarak rumah ke sekolah lebih dekat dibanding sebagian peserta lain yang dinyatakan lolos.

DCS mengatakan telah menyerahkan berkas persyaratan lebih awal kepada pihak sekolah. Menurut dia, seluruh dokumen yang diminta telah dipenuhi dan proses pendaftaran dibantu oleh sekolah.

“Saya daftar lebih awal nomor dua dengan menitipkan berkas ke sekolah. Semua persyaratan saya penuhi, bahkan saya juga dimasukkan ke grup oleh pihak sekolah,” kata DCS, Rabu, 24 Juni 2026.

Namun, saat pengumuman hasil seleksi yang ditempel pada 23 Juni 2026, nama anaknya tidak tercantum dalam daftar peserta yang diterima.

“Yang membuat saya kaget, nama anak saya tidak ada di papan pengumuman,” ujarnya.

DCS mengaku kebingungan setelah mengetahui ada peserta lain yang menurutnya memiliki jarak tempat tinggal lebih jauh dari sekolah tetapi dinyatakan diterima.

“Jarak rumah saya sekitar 1,8 kilometer. Tapi teman saya yang jaraknya lebih dari 2 kilometer justru diterima. Ini yang membuat saya bingung. Katanya zonasi, tapi dasarnya apa?” katanya.

DCS berharap ada penjelasan yang lebih rinci mengenai dasar penentuan hasil seleksi sehingga masyarakat memperoleh kepastian terkait pelaksanaan SPMB.

“Saya hanya ingin keadilan. Kalau memang zonasi, ya harus jelas dasarnya. Jangan sampai yang dekat malah tidak diterima,” kata dia.

Menanggapi hal itu, staf tata usaha sekaligus panitia SPMB SDN 1 Mangkujayan, Johan, mengatakan proses pendaftaran dilakukan melalui aplikasi daring.

Ia mengaku belum dapat menjelaskan secara rinci penyebab adanya perbedaan hasil yang dipersoalkan wali murid.

“Karena pendaftaran dilakukan secara online melalui aplikasi, saya juga bingung kenapa yang jauh bisa diterima sementara yang dekat tidak. Saya tidak bisa menjelaskan secara detail,” kata Johan saat ditemui di sekolah.

Johan membenarkan bahwa sebagian calon wali murid menyerahkan berkas kepada sekolah untuk dibantu proses pendaftarannya.

“Banyak yang menitip berkas ke sekolah, lalu kami bantu daftarkan secara online,” ujarnya.

Menurut dia, terdapat beberapa berkas yang tidak memuat keterangan alamat secara lengkap sehingga penentuan titik lokasi dilakukan berdasarkan data yang tersedia.

“Tapi memang ada beberapa data yang kadang kurang lengkap, seperti nomor rumah atau titik koordinat yang kurang jelas,” kata Johan.

Ia menambahkan, kondisi tersebut kemungkinan dapat memengaruhi penentuan lokasi dalam sistem, meski dirinya tidak dapat memastikan apakah hal itu menjadi penyebab perbedaan hasil seleksi.

“Kalau sepanjang jalan tidak ada nomor rumah, kita hanya klik di jalan tersebut tanpa bisa memastikan titik pastinya. Bisa jadi itu berpengaruh, tapi kami juga tidak bisa memastikan,” ujarnya.

Tahun ajaran 2026, SDN 1 Mangkujayan menerima 84 murid baru. Pihak sekolah menyatakan proses penerimaan dilakukan melalui sistem yang berlaku, sementara sejumlah wali murid masih menunggu penjelasan lebih rinci terkait hasil seleksi. (Tim/Fjr)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar