-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Tampil Apik di FNRP XXXI, Kridha Taruna SMAN 2 Ponorogo Bidik Gelar Juara

Penampilan Kridha Taruna SMAN 2 Ponorogo pada FNRP XXXI. (Foto: doc. Gardajatim.com)
GARDAJATIM.COM: Penampilan memukau ditunjukkan oleh Kridha Taruna SMAN 2 Ponorogo pada ajang Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI, Sabtu, 13 Juni 2026. 

Menjadi penampil penutup pada hari ketiga festival, kelompok seni kebanggaan SMAN 2 Ponorogo itu sukses menyuguhkan pertunjukan yang enerjik, kompak, dan sarat nilai budaya di hadapan ribuan penonton yang memadati arena festival.

Penampilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani seluruh anggota tim. Kepala SMAN 2 Ponorogo, Mursid, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa persiapan telah dilakukan secara intensif selama kurang lebih tiga bulan guna menghadapi salah satu panggung Reog paling bergengsi di Indonesia tersebut.

“Seluruh tim telah melakukan persiapan dan latihan secara maksimal selama sekitar tiga bulan. Kami berupaya memberikan penampilan terbaik dan menunjukkan kemampuan yang dimiliki para siswa,” ujar Mursid.

Kridha Taruna SMAN 2 Ponorogo tampil dengan kekuatan personel yang besar. Sekitar 100 anggota terlibat dalam pertunjukan, mulai dari penari, pengrawit, hingga pendukung teknis lainnya.

Jumlah personel yang tidak sedikit itu menjadi modal penting dalam membangun kekompakan dan menghadirkan sajian yang atraktif di atas panggung.

Menurut Mursid, keikutsertaan dalam FNRP XXXI bukan sekadar berpartisipasi, melainkan juga membawa target yang jelas.

Tim Kridha Taruna datang dengan semangat kompetitif dan optimisme untuk meraih hasil terbaik.

“Target kami adalah menjadi juara dan memberikan prestasi yang membanggakan bagi sekolah. Anak-anak telah bekerja keras selama proses latihan, sehingga kami berharap usaha tersebut dapat membuahkan hasil yang maksimal,” katanya.

Selain mengejar prestasi, SMAN 2 Ponorogo juga menempatkan pelestarian budaya sebagai tujuan utama dalam setiap keterlibatan di ajang Reog.

Mursid menilai Reog Ponorogo merupakan warisan budaya adiluhung yang harus terus dijaga keberlangsungannya melalui peran aktif generasi muda.

Menurutnya, pelajar memiliki tanggung jawab penting dalam meneruskan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya.

Melalui kegiatan seni seperti Kridha Taruna, para siswa tidak hanya belajar tentang teknik pertunjukan, tetapi juga memahami filosofi dan identitas budaya yang terkandung dalam kesenian Reog.

“Seni Reog Ponorogo harus terus dijaga, dilestarikan, dan dikenalkan kepada generasi muda. Saat ini Reog tidak hanya menjadi kebanggaan Ponorogo atau Indonesia, tetapi sudah dikenal hingga tingkat internasional,” ungkapnya.
Keikutsertaan Kridha Taruna dalam FNRP XXXI menjadi bukti bahwa dunia pendidikan memiliki peran strategis dalam menjaga eksistensi budaya daerah.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, para pelajar SMAN 2 Ponorogo menunjukkan bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan.

Melalui penampilan yang apik dan penuh semangat, Kridha Taruna tidak hanya membidik gelar juara, tetapi juga mengirimkan pesan kuat bahwa masa depan Reog Ponorogo berada di tangan generasi muda yang siap menjaga, melestarikan, dan mengharumkan budaya bangsa di tingkat dunia. (Fjr)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar