Tampil Atraktif di FNRP XXXI, Krida Satria Tama PSHT Pusat Madiun Hipnotis Penonton
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Atraksi memukau ditunjukkan Grup Reyog Krida Satria Tama (KST) PSHT Pusat Madiun saat tampil di panggung Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI. (Foto: Andika Dian/Gardajatim.com) |
Tampil pada nomor urut lima, KST menyuguhkan perpaduan seni Reyog Ponorogo dengan gerakan pencak silat yang mendapat sambutan meriah dari ribuan penonton di Alun-alun Ponorogo.
Festival Nasional Reog Ponorogo merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Ponorogo sebagai upaya pelestarian Reyog Ponorogo yang telah diakui UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) atau Warisan Budaya Takbenda.
FNRP juga masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) selama lima tahun berturut-turut sejak 2022 hingga 2026.
Malam pertama kategori dewasa dihadiri sejumlah tamu, di antaranya Anie Hashim Djojohadikusumo, istri Hashim Djojohadikusumo; Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita; Ketua Umum PSHT Pusat Madiun Moerjoko HW; Ketua Umum PSHW TM Pusat Madiun Agus Wiyono; Ketua PSHT Cabang Ponorogo Pusat Madiun Moh. Komarudin; Ketua Dewan PSHT Kabupaten Ponorogo Hasyim Asy'ari; serta Ketua PSHW TM Kabupaten Ponorogo Gesit Baskoro.
![]() |
| Ketua Umum PSHT Pusat Madiun Moerjoko HW bersama Ketua PSHT Cabang Ponorogo Moh. Komarudin, pengurus cabang, dan Pamter PSHT kompak hadir menyaksikan penampilan Krida Satria Tama di FNRP XXXI. |
Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, Moerjoko HW, mengapresiasi penampilan seluruh pemain KST serta dukungan warga PSHT dan masyarakat yang hadir menyaksikan pertunjukan tersebut.
"Terima kasih kepada seluruh pemain Grup KST yang tampil maksimal. Terima kasih kepada seluruh dulur-dulur PSHT yang telah mendukung, kepada Mas Komaruddin selaku Ketua PSHT Cabang Ponorogo yang menjadi tuan rumah, serta seluruh penonton yang telah memberikan dukungan. Semoga partisipasi Reyog Krida Satria Tama ini dapat membawa nama baik PSHT," kata Moerjoko.
Menurut dia, keikutsertaan KST dalam FNRP menjadi bentuk partisipasi PSHT dalam melestarikan budaya nasional sekaligus memperkuat nilai persaudaraan.
"Selain ajaran budi luhur pencak silat, Reyog Ponorogo juga menjadi sarana membangun nilai persaudaraan. Harapan kita bersama semoga memperoleh hasil maksimal dan mencapai target juara," ujarnya.
Ketua PSHT Cabang Ponorogo Pusat Madiun, Moh. Komarudin, mengatakan partisipasi KST merupakan kehormatan bagi pihaknya sebagai tuan rumah.
"Terima kasih kepada Mas Moerjoko HW atas kehadirannya dan kepada Grup Reyog KST yang telah menyajikan penampilan luar biasa. Ini menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya Reyog Ponorogo dengan tetap menjunjung tinggi nilai persaudaraan," kata Komarudin.
Ia juga menyoroti penampilan dua organisasi pencak silat besar, yakni PSHT dan PSHW TM, yang tampil bergantian dalam festival tersebut.
"Malam ini penampilan bergantian bersama PSHW TM Pusat Madiun. Semua berjalan lancar dan tertib. Semoga ini menjadi contoh bagi cabang lain untuk senantiasa menjaga marwah persaudaraan serta guyub rukun," ujarnya.
Sebanyak tujuh grup reyog tampil pada hari pertama kategori dewasa, yakni Sardhulo Kridho (eks PB Sumoroto), Sardulo Joyo Gendhilo dari PSHW TM Pusat Madiun, Manggolo Projo Arjowinangun (eks PB Arjowinangun), Taruno Jayengrono dari SMAN 1 Pulung, Gembolo Sardulo (eks PB Jebeng), Singo Mudo Kepuhrubuh dari Desa Kepuhrubuh, Kecamatan Siman, serta Krida Satria Tama dari PSHT Pusat Madiun. (And)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...


