-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana, RSUD dr. Darsono Pacitan Gelar Simulasi Tanggap Darurat

Pelaksanaan simulasi kesiapsiagaan bencana oleh RSUD dr Darsono Pacitan melibatkan seluruh jajaran dan karyawan di rumah sakit. Kegiatan dimulai hari Rabu hingga Kamis 17-18 Juni 2026 di gedung Bougenville.


GARDAJATIM.COM: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Darsono Pacitan menggelar simulasi kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa, tsunami dan kebakaran.

Pelatihan dengan tema "Meningkatkan Kesiapsiagaan Rumah Sakit dalam Respon Cepat dan Tepat terhadap Bencana Gempa, Tsunami dan Kebaran" dilaksanakan selama dua hari yang dimulai sejak hari Rabu, 17 Juni 2026 hingga Kamis, 18 Juni 2026.

Simulasi dimulai dengan tanda bunyi sirine yang berdering keras di gedung Bougenville RSUD dr Darsono.

Mendengar itu, petugas kesehatan segera menuju ruang perawatan untuk mengevakuasi dan memberikan pertolongan kepada pasien. Sementara itu, tim tanggap darurat bergegas sesuai dengan tugasnya masing-masing.

Menurut ketua Emergency Medical Team (EMT) RSUD dr Darsono Pacitan, dr. Netty Nurnaningtyas, Sp.EM., menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh seluruh karyawan dan karyawati RSUD dr Darsono baik melalui offline maupun melalui daring.

"Kegiatan ini merupakan rangkaian dua hari pelaksanaan, jadi mulai kemarin kita sudah mulai pelatihan yang diikuti oleh seluruh karyawan RSUD. Puncaknya siang hari ini kita melakukan simulasi untuk penanggulangan bencana dan respon tanggap darurat terhadap gempa, tsunami dan kebakaran," jelas dr. Netty usai kegiatan.


Ia menambahkan, selain untuk melatih jajaran rumah saki, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mengevaluasi dan melakukan perbaikan hal-hal yang masih kurang dalam kesiapan tanggap darurat bencana.

"Kita terus berproses dan bertumbuh menjadi lebih baik, harapannya tercapai salah salah satu upaya kita untuk tanggap darurat bencana," tambahnya.

Hal krusial yang memiliki tantangan serta kesulitan lebih dalam menghadapi tanggap darurat bencana adalah proses evakuasi pasien yang berada dilantai atas.

"Untuk pasien yang berada di lantai atas seperti yang kita gunakan untuk simulasi kali ini memiliki tiga lantai, tingkat kesulitannya lebih tinggi karena pasien pasti tidak bisa melakukan evakuasi mandiri," bebernya.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, salah satunya dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan, akademisi Universitas Merdeka Madiun sebagai narasumber dan fasilitator, serta dr. Cahyo Nurallam, Sp.B, hingga dr. Netty Nurnaningtyas, Sp.EM.



RSUD dr Darsono Pacitan berharap kegiatan ini bisa menambah kesiagaan seluruh jajaran rumah sakit dalam menghadapi tanggap darurat bencana gempa, tsunami dan kebakaran. Sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan dikemudian hari. (Eko)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar