-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Menjadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, meninjau program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian warga binaan di Kawasan Pemasyarakatan Nusakambangan. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM: Transformasi Kawasan Pemasyarakatan Nusakambangan menjadi sentra ketahanan pangan sekaligus pusat pembinaan kemandirian warga binaan mendapat apresiasi dari Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto.

Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke Nusakambangan pada Sabtu, 20 Juni 2026, bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.

Dalam kunjungan itu, Titiek meninjau berbagai program unggulan yang dikembangkan jajaran pemasyarakatan, mulai dari Workshop Fly Ash Bottom Ash (FABA), sektor pertanian dan peternakan, produksi pupuk organik, Balai Latihan Kerja konveksi, pengolahan sampah, budidaya perikanan, tambak udang vaname, hingga budidaya sidat.

“Atas nama Komisi IV, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Menteri dan jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Mudah-mudahan usaha ini bisa ditiru dan diduplikasi di tempat-tempat lain,” ujar Titiek.

Menurut dia, Nusakambangan yang selama ini identik dengan kawasan pemasyarakatan berisiko tinggi kini menunjukkan wajah baru sebagai kawasan produktif yang mampu menghasilkan beragam komoditas pangan dan produk bernilai ekonomi.

“Nusakambangan yang kita dengar selalu serem, bayangannya Alcatraz. Ternyata setelah ke sini sangat ramah dan bisa menghasilkan begitu banyak produk yang bermanfaat untuk kita semuanya,” katanya.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan berbagai masukan dan arahan dari Komisi IV DPR RI akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat program yang telah berjalan.

Ia menjelaskan, jajaran pemasyarakatan terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang belum produktif di seluruh lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Tadi kami juga mohon beberapa evaluasi dan arahan, dan akan kami tindak lanjuti, termasuk upaya-upaya perbaikan dari apa yang sudah kita kerjakan. Kami sudah laporkan kepada beliau bahwa seluruh lapas dan rutan memanfaatkan lahan idle yang ada untuk dioptimalkan dalam membangun program ketahanan pangan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dari dalam,” ujar Agus.

Saat ini, Nusakambangan telah mengelola sekitar 135 hektare lahan produktif dengan melibatkan ratusan warga binaan dalam berbagai sektor usaha, seperti pertanian, peternakan, perikanan, konveksi, pengolahan sampah, serta budidaya udang vaname dan sidat.

Program tersebut tidak hanya mendukung penguatan ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadi sarana pembinaan keterampilan dan peningkatan kapasitas warga binaan.

Transformasi Nusakambangan menunjukkan bahwa pemasyarakatan modern tidak semata berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga pada pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada reintegrasi sosial. (Hms/Red)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar