Upacara Tiga Peringatan Nasional di Tulungagung Berlangsung Khidmat, Plt Bupati Ajak Perkuat Nilai Kebangsaan
Redaksi
... menit baca
![]() |
| Upacara gabungan memperingati Hari Lahir Pancasila, Hari Kebangkitan Nasional, dan Hari Pendidikan Nasional. (Dok. Eka) |
Upacara yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat nasionalisme.
Ratusan peserta dari berbagai unsur hadir mengikuti kegiatan ini, mulai dari jajaran Forkopimda, TNI-Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga pelajar dari berbagai sekolah di Tulungagung.
Sejak pagi, suasana lokasi upacara tampak tertata rapi. Barisan peserta berdiri dengan formasi teratur di bawah tenda utama, sementara para pelajar yang menjadi peserta upacara terlihat disiplin mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Pengibaran bendera Merah Putih menjadi salah satu momen sakral yang diikuti dengan sikap hormat oleh seluruh peserta.
Ahmad baharudin selaku PLt bupati Tulungagung bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa peringatan tiga momentum nasional ini tidak sekadar seremoni, tetapi harus dimaknai sebagai refleksi untuk memperkuat jati diri bangsa.
“Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus terus kita jaga dan amalkan,” tegas Bupati.
Ia juga menekankan bahwa keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia harus menjadi kekuatan, bukan perpecahan.
“Di tengah perbedaan, kita harus tetap bersatu. Persatuan adalah kunci utama dalam menjaga keutuhan bangsa dan membangun daerah,” lanjutnya.
Selain itu, momentum Hari Kebangkitan Nasional disebut sebagai pengingat pentingnya semangat perjuangan dan gotong royong dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Semangat kebangkitan nasional harus terus kita hidupkan. Kita tidak boleh lengah, tetapi harus terus bergerak maju untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pada bagian lain pidatonya, Bupati juga menyoroti sektor pendidikan sebagai pilar utama kemajuan daerah. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi prioritas bersama.
“Pendidikan adalah kunci masa depan. Kita harus memastikan generasi muda mendapatkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan mampu bersaing di era global,” katanya.
Menurutnya, peran guru, orang tua, serta pemerintah sangat penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif.
“Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita dukung dunia pendidikan agar mampu mencetak generasi unggul yang membawa Tulungagung semakin maju,” imbuhnya.
Upacara berlangsung dengan tertib dari awal hingga akhir. Rangkaian kegiatan meliputi pengibaran bendera, pembacaan teks Pancasila, pembukaan UUD 1945, serta doa bersama sebagai penutup acara.
Kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan ini menjadi simbol kuatnya sinergi antar elemen di Kabupaten Tulungagung dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Momentum tiga peringatan nasional ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi mampu menumbuhkan semangat kebersamaan, memperkuat nasionalisme, serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan demi masa depan yang lebih baik.
Dengan semangat Pancasila, kebangkitan nasional, dan pendidikan, Kabupaten Tulungagung diharapkan terus melangkah maju menjadi daerah yang lebih sejahtera, berdaya saing, dan berkarakter. (@Eka)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
