-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Jessica Pegula Tersingkir di Wimbledon 2026, Konsistensi dan Rekornya Tetap Jadi Sorotan

Jessica Pegula kalah dari Coco Gauff di Wimbledon 2026. Meski tersingkir, petenis Amerika ini tetap bertahan di peringkat empat dunia WTA.
Jessica Pegula. (Foto: Getty Images) 
GARDAJATIM.COM: Tidak semua kekalahan menghapus pencapaian yang telah dibangun bertahun-tahun. Itulah yang kini dialami Jessica Pegula setelah langkahnya terhenti di Wimbledon 2026.

Meski gagal melaju ke semifinal usai dikalahkan Coco Gauff, Pegula tetap meninggalkan pesan kuat. Ia masih menjadi salah satu petenis paling konsisten di dunia dan terus menjaga posisinya di papan atas ranking WTA.

Petenis Amerika Serikat berusia 32 tahun itu sebenarnya datang ke London dengan modal meyakinkan. Sebelum Wimbledon dimulai, Pegula sukses mencapai final WTA 500 Berlin Open, menegaskan performa stabilnya sepanjang musim lapangan rumput.

Di Wimbledon 2026, Pegula untuk pertama kalinya merasakan atmosfer bermain di Centre Court All England Club. Sebagai unggulan keempat, ia tampil solid hingga menembus babak perempat final.

Perjalanan tersebut berakhir pada Selasa, 7 Juli 2026. Dalam laga sesama petenis Amerika, Pegula sempat merebut set pertama sebelum akhirnya kalah dari Coco Gauff dengan skor 6-4, 3-6, 3-6.

Meski gagal melangkah lebih jauh, hasil tersebut tidak mengubah posisinya di jajaran elite tenis putri dunia.

Saat ini Pegula masih menempati peringkat keempat dunia dengan koleksi 5.881 poin WTA. Ia juga mencatat rekor bertahan lebih dari 200 pekan secara beruntun di jajaran Top 10 sejak pertama kali mencapainya pada 2022.

Musim 2026 menjadi bukti konsistensinya. Pegula telah mengoleksi dua gelar bergengsi, yakni WTA 1000 Dubai dan WTA 500 Charleston.

Konsistensi itu pula yang membuatnya tetap diperhitungkan sebagai salah satu kandidat kuat di setiap turnamen besar.

Prestasi di lapangan juga berbanding lurus dengan pendapatan yang diperolehnya. Sepanjang karier profesional, Pegula telah mengumpulkan hadiah uang lebih dari 30 juta dolar Amerika Serikat.

Di luar turnamen, ia memperoleh pemasukan dari sejumlah kontrak sponsor dan bisnis perawatan kulit yang didirikannya, Ready 24.

Nama Jessica Pegula juga kerap menjadi sorotan karena latar belakang keluarganya. Ayah dan ibunya, Terry Pegula serta Kim Pegula, dikenal sebagai miliarder yang memiliki klub NFL Buffalo Bills dan NHL Buffalo Sabres.

Namun, banyak pengamat tenis menilai pencapaian Pegula lahir dari performanya sendiri di lapangan.

Gelar, ranking dunia, hingga puluhan juta dolar hadiah turnamen menjadi bukti karier profesional yang dibangun melalui prestasi.

Usai Wimbledon, fokus Pegula kini beralih ke musim hard court Amerika Utara. Ia dijadwalkan tampil di DC Open, National Bank Open di Kanada, dan Cincinnati Open sebagai rangkaian persiapan menuju US Open 2026.

Dengan pengalaman panjang dan performa yang tetap stabil, Pegula masih menjadi salah satu nama yang layak diperhitungkan dalam perebutan gelar Grand Slam berikutnya.


Penulis: Tim Redaksi GardaJatim.com
Sumber: Diolah dari WTA, Wimbledon, Reuters, dan berbagai media internasional.
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar