-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Pedagang Pasar Minulyo Desak Retribusi Diturunkan, Soroti Dugaan Penggelapan Dana

Pengurus Paguyuban Pasar Minulyo beraudiensi dengan UPT Pasar Minulyo, menuntut penurunan retribusi sewa los dan perbaikan fasilitas pasar. (Foto: Acir Hernowo)
GARDAJATIM.COM: Keluhan pedagang Pasar Minulyo, Kabupaten Pacitan, tidak lagi sebatas persoalan fasilitas yang rusak.

Dalam audiensi dengan UPT Pasar Minulyo, Rabu (29/7/2026), mereka mendesak evaluasi besaran retribusi sewa los sekaligus meminta penanganan tuntas atas dugaan penggelapan dana retribusi pasar yang disebut mencapai ratusan juta rupiah.

Desakan itu muncul di tengah kondisi ekonomi pedagang yang dinilai masih berat.

Audiensi yang berlangsung di ruang UPT Pasar Minulyo tersebut dihadiri jajaran Dinas Perdagangan dan Ketenagakerjaan (Dindagnaker) melalui UPT Pasar Minulyo, pengurus Paguyuban Pasar Minulyo, serta perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Pacitan.

Pertemuan digelar sebagai tindak lanjut atas berbagai keluhan pedagang mengenai besaran retribusi sewa los dan minimnya perbaikan fasilitas pasar.

Ketua Paguyuban Pasar Minulyo, Nanang Anshori mengatakan, audiensi menjadi ruang bagi pedagang untuk menyampaikan langsung persoalan yang selama ini mereka hadapi kepada pengelola pasar.

"Pertemuan tadi merupakan wadah untuk menyampaikan aspirasi kami para pedagang. Selain merasa keberatan dengan besaran retribusi sewa los, para pedagang juga meminta adanya penurunan tarif di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Di sisi lain, tempat kami mencari nafkah selama ini dinilai kurang mendapat perhatian. Biaya sewa kios dan los yang dibayarkan tidak berbanding lurus dengan kondisi fasilitas pasar yang masih banyak mengalami kerusakan, seperti atap bocor, lampu penerangan yang kurang memadai, hingga penataan lapak kuliner yang dinilai kurang strategis," ujar Nanang.

Menurut Nanang, persoalan yang berkembang di Pasar Minulyo tidak hanya menyangkut tarif retribusi dan kondisi infrastruktur.

Pedagang juga mengaku resah setelah muncul kabar mengenai dugaan penggelapan dana retribusi pasar yang diduga melibatkan oknum pegawai dan nilainya disebut mencapai ratusan juta rupiah.

"Para pedagang semakin geram ketika beredar kabar dugaan penggelapan dana retribusi oleh oknum pegawai pasar. Kami berharap seluruh persoalan di pasar ini segera ditangani. Kami juga meminta agar penanganan kasus dugaan penggelapan dana retribusi dilakukan secara tegas, transparan, dan tuntas. Di samping itu, kami berharap kebijakan penurunan retribusi sewa los dapat menjadi perhatian serius pihak pengelola mengingat kondisi ekonomi para pedagang yang saat ini masih cukup berat," pungkasnya.

Melalui audiensi tersebut, para pedagang berharap Pemerintah Kabupaten Pacitan bersama pengelola Pasar Minulyo segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki fasilitas pasar, mengevaluasi besaran retribusi sewa los, serta memberikan kepastian mengenai penanganan dugaan penyimpangan dana retribusi.

Mereka menilai langkah tersebut penting untuk memulihkan kepercayaan pedagang terhadap tata kelola pasar.



Penulis: Acir
Editor: Redaksi
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar