Reformasi BGN Dimulai, 883 Dapur MBG Ditutup dan 261 Pegawai Dipecat
Redaksi Garda Jatim
... menit baca
![]() |
| Foto: Ilustrasi generated Ai. |
Dalam lima hari pertama masa kepemimpinannya, Kepala BGN Sudaryono menutup 883 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, memberhentikan 261 pegawai, serta menyiapkan sistem pengawasan yang diklaim lebih transparan.
Langkah tersebut diambil di tengah sorotan publik terhadap penyidikan dugaan korupsi yang tengah ditangani Kejaksaan Agung dan melibatkan sejumlah pimpinan BGN.
Sudaryono menyebut kebijakan itu sebagai bagian dari reformasi menyeluruh untuk memperbaiki tata kelola program prioritas pemerintah.
Dalam konferensi pers di kantor BGN, Senin (27/7), Sudaryono menjelaskan, bahwa penutupan ratusan dapur MBG kali ini berbeda dengan kebijakan suspend yang pernah diterapkan sebelumnya.
Kali ini, dapur yang dihentikan operasionalnya tidak lagi menerima pembayaran.
"Misalnya dulu kan di-suspend tapi tetap dibayar, kalau ini sudah suspend, tutup, tidak dibayar," kata Sudaryono.
Menurut dia, keputusan tersebut diambil karena ditemukan pelanggaran dalam pelaksanaan program.
"Ini betul-betul adalah suspend karena pelanggaran," ujarnya.
Dari total 883 dapur MBG yang ditutup, sebanyak 98 berada di Wilayah 1 atau Sumatera, 311 berada di wilayah Jawa dan Madura, sedangkan 434 lainnya berada di Wilayah 3.
Perombakan tidak hanya menyasar operasional dapur. BGN juga memberhentikan 261 pegawai yang terdiri atas 224 pegawai non-Aparatur Sipil Negara (ASN) dan 37 tenaga ahli.
Sudaryono mengatakan sebagian besar pegawai non-ASN diberhentikan karena diduga melakukan pelanggaran disiplin maupun pelanggaran lainnya.
"Pegawai non-ASN ini diberhentikan salah satu dan paling besar adalah karena diduga adanya pelanggaran, tidak disiplin, dan lain-lain," jelasnya.
Selain penindakan internal, BGN juga menyiapkan sistem pengawasan baru yang memungkinkan masyarakat ikut memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Sistem itu dirancang agar publik dapat mengawasi menu yang disajikan di setiap dapur MBG hingga proses distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Sudaryono dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN pada 22 Juli 2026, menggantikan Naniek S. Deyang yang mengundurkan diri. Sebelum memimpin BGN, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian.
Dengan kombinasi penutupan ratusan dapur, pemberhentian pegawai, dan rencana membuka akses pengawasan publik, reformasi yang dilakukan Sudaryono menjadi ujian awal bagi upaya memulihkan kepercayaan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis setelah diterpa kasus dugaan korupsi. (Tim/Idnf/Fjr)
Sebelumnya
...
