-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

SH Terate Ponorogo Jadikan Kejurkab 2026 Sebagai Panggung Regenerasi Atlet, Bukan Sekadar Berburu Gelar

Raihan juara umum Kejurkab 2026 menjadi modal awal PSHT Cabang Ponorogo Pusat Madiun untuk melanjutkan pembinaan dan membidik prestasi di Porprov Jatim. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM: Dominasi Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Ponorogo Pusat Madiun pada Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pencak Silat IPSI Kabupaten Ponorogo 2026 tak hanya berbicara tentang koleksi medali.

Di balik raihan juara umum, organisasi ini menempatkan ajang tersebut sebagai tolok ukur keberhasilan regenerasi atlet menuju level yang lebih tinggi.

Selama dua hari pelaksanaan Kejurkab, 28–29 Juli 2026, di GOR Bulutangkis Ponorogo, SH Terate berhasil mengumpulkan 14 medali emas dan mengungguli 12 perguruan pencak silat lainnya.

Namun, capaian tersebut dipandang sebagai hasil dari proses pembinaan jangka panjang, bukan tujuan akhir.

Wakil Ketua II Korbid Teknik Pencak Silat SH Terate Cabang Ponorogo, Nur Hamid, S.Pd.I., menegaskan bahwa keberhasilan atlet lahir dari pembinaan yang konsisten, terutama melalui latihan intensif dan penanaman disiplin.

Menurutnya, kesiapan teknis atlet terus dibangun melalui sinergi dengan KONI. Sementara itu, pengurus organisasi berperan mengawal sekaligus memantau perkembangan para atlet agar pembinaan berjalan berkesinambungan.

"Fokus kami bukan hanya memenangkan Kejurkab, tetapi menyiapkan atlet agar mampu bersaing di Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov). Disiplin menjadi fondasi utama agar prestasi mereka dapat terus meningkat," ujarnya.
Semangat persaudaraan berpadu dengan disiplin melahirkan prestasi.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Kejurkab menjadi bagian dari mata rantai pembinaan atlet.

Para juara yang lahir di tingkat kabupaten diproyeksikan menjadi kekuatan baru Ponorogo pada Porprov mendatang.

Ketua SH Terate Cabang Ponorogo, Moh. Komarudin, S.Ag.,M.Si., menambahkan bahwa keberhasilan atlet tidak dapat dipisahkan dari dukungan keluarga besar organisasi. 

Menurutnya, atmosfer persaudaraan yang terbangun selama pertandingan menjadi energi tambahan bagi para pesilat untuk tampil maksimal.

"Luar biasa sekali bentuk dukungan dan apresiasi yang diberikan. Dukungan moral dari semua pihak tentu menjadi bahan bakar dan motivasi terbesar bagi seluruh atlet SH Terate Cabang Ponorogo Pusat Madiun," kata Komarudin.

Ia berharap prestasi di Kejurkab menjadi awal perjalanan para atlet menuju jenjang yang lebih tinggi.
Soliditas dan pembinaan berbuah prestasi.
Selain kemampuan teknik, nilai disiplin, kerendahan hati, dan persaudaraan tetap menjadi karakter yang harus dijaga setiap atlet SH Terate.

"Semoga semangat, kedisiplinan, dan rasa persaudaraan ini terus menyala hingga siap tampil maksimal dan meraih prestasi terbaik di Porprov mendatang. Tetap semangat berlatih, jaga rendah hati, dan terus junjung tinggi ajaran persaudaraan," tuturnya.

Dengan pendekatan pembinaan yang berorientasi jangka panjang, SH Terate Cabang Ponorogo tidak hanya mengejar status juara umum.

Lebih dari itu, Kejurkab dimanfaatkan sebagai ruang mencetak generasi pesilat yang siap membawa nama Ponorogo bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.

Perolehan Medali Lima Besar Kejurkab IPSI Kabupaten Ponorogo 2026:

1. PSHT Pusat Madiun: 14 emas, 8 perak, 5 perunggu.
2. PSHW TM Cabang Ponorogo: 1 emas, 2 perak, 3 perunggu.
3. Pencak Silat Militer: 1 emas, 1 perak, 4 perunggu.
4. Persinas ASAD: 1 emas, 1 perak, 2 perunggu.
5. Tapak Suci: 2 perak, 3 perunggu.


(Fjr/Red)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar