-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Sumringah! Bantuan SPAM PUPR Pacitan Entaskan Kekeringan di Desa Punjung

Menggunakan tenaga gravitasi air tampak mengalir deras. Bantuan SPAM di Dusun Pringroto, Desa Punjung sukses atasi bencana kekeringan.
GARDAJATIM.COM: Senyum sumringah tengah dirasakan oleh warga Dusun Pringroto, Desa Punjung, Kecamatan Kebonagung. Pasalnya, pada tahun-tahun sebelumnya beberapa titik di daerah tersebut selalu mengalami kekurangan air bersih saat musim kemarau tiba, terlebih dengan adanya El Nino tahun ini.

Namun dengan adanya bantuan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pacitan, wilayah yang sebelumnya selalu kekeringan kini tak perlu khawatir lagi. 

Landep, salah satu warga setempat mengaku bahagia dengan adanya bantuan SPAM yang kini telah menjangkau rumahnya. 

Ia mengatakan, sumber air terdekat kini sudah tak lagi mampu untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari. Padahal ia telah membeli ratusan meter selang untuk mengalirkan air kebawah rumahnya, yang kemudian disedot ke atas menggunakan pompa air.

"Kalau dari sumber langsung kerumah sumbang, jadi ditampung dulu dibawah baru di sedot dengan sanyo. Tapi Alhamdulillah dengan adanya SPAM ini tinggal putar kran dirumah air sudah mengalir," ucap Landep saat dimintai keterangan, Sabtu (25/7/2026).

Disisi lain, Parnen, tokoh masyarakat setempat menjelaskan bahwa program ini sebenarnya sudah di usulkan dari beberapa tahun sebelumnya, namun baru terealisasi pada tahun 2026 ini.

Ia membeberkan, memang sudah ada tampungan air sebelumnya, dimana air dari sumber dialirkan menggunakan pipa PVC yang kemudian dibagi menggunakan selang kecil menuju rumah-rumah warga. 

Kekurangan sistem ini adalah air akan terus mengalir kedalam tampungan, dan saat penuh air hanya akan terbuang sia-sia, sehingga terkadang terjadi komplain dari petani yang memiliki lahan di sekitar sumber air karena tak bisa menyirami tanamanya. 

Selain itu, seringkali terjadi kendala yang mengharuskan warga perlu rutin melakukan pengecekan dan perbaikan. 

"Sebelumnya memang sudah ada tampungan dari semen, tapi hanya bisa menjangkau tiga titik permukiman. Sehingga beberapa titik belum teraliri," kata Parnen. 


"Kendala lain, sistem yang lama itu air sering mati karena hanya menggunakan selang dan kita harus rutin melakukan pengecekan. Terlebih saat musim hujan, mau tidak mau harus rutin memeriksa," sambungnya. 

Menurutnya, dengan adanya SPAM ini pembagian air jauh lebih adil bagi petani yang memiliki sawah sekitar sumber maupun warga yang menggunakan untuk kebutuhan sehari-hari. 

"Saat ini tampungan air diletakkan di dekat sumber, jadi saat air penuh akan kembali ke aliran sungai yang ada dibawah sumber dan bisa digunakan untuk mengairi tanaman sekitarnya," ungkap Parne yang juga sebagai ketua RT setempat.

Lebih lanjut, Parnen menjelaskan bahwa meski pipa induk bantuan SPAM sudah sampai dekat rumah-rumah warga namun untuk sementara tampungan air yang lama tetap digunakan karena belum semua mendapatkan Sambungan Rumah (SR) meter. 

Akan tetapi bagi warga yang mau swadaya untuk membeli clamp penghubung sudah bisa melakukan pemasangan secara mandiri sambil menunggu bantuan SR meter berikutnya.

"Aliran air dari sumber sudah menggunakan pipa yang baru, namun tampungan lama masih difungsikan karena belum semua dapat meteran," jelasnya.

Sementara itu, Tonny Setyo Nugroho, Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan dan Air Minum (PLAM) Dinas PUPR Pacitan berharap bantuan SPAM ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat dan mampu mengatasi masalah kekeringan yang setiap tahun selalu melanda saat musim kemarau yang ada di Kabupaten Pacitan.

"Prinsipnya SPAM ini diharapkan bisa mengurangi titik-titik yang selama ini selalu mengalami kekurangan air bersih saat musim kemarau datang. Semoga masyarakat bisa merawat dan memanfaatkan dengan baik," ucap Tonny.

Ia berpesan agar fasilitas yang diberikan dijaga dan dimanfaatkan dengan baik, sehingga tidak setiap terjadi kerusakan selalu mengharapkan bantuan dari pemerintah.

"Karena keterbatasan anggaran dan masih banyak daerah lain yang membutuhkan, kami berharap masyarakat bisa memaksimalkan pengelolaan bantuan yang sudah ada," himbau Tonny.

Pihaknya juga akan mengupayakan untuk menambah bantuan jumlah SR meter bagi warga yang belum mendapatkan.

"Dari data jumlah penerima manfaat sekitar 32 rumah kemarin baru terpasang empat SR. Harapannya di tahun depan sudah terpasang semua," pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas PUPR terus berkomitmen untuk hadir di tengah-tengah masyarakat, terutama pada masalah kebutuhan dasar masyarakat seperti kebutuhan air bersih. Harapannya beberapa titik yang setiap tahun selalu mengalami bencana kekeringan bisa dikurangi dan di atasi. (Eko)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar