-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Bupati Madiun Perkuat Sinergi Petani Demi Ketahanan Pangan

Forum Petani dan Penyuluh Pertanian Kabupaten Madiun. ( Dok. Kominfo Madiun)
GARDAJATIM.COM : Pemerintah Kabupaten Madiun memperkuat kolaborasi dengan petani dan penyuluh pertanian melalui kegiatan Sinergisitas Peran Strategis Petani dalam rangka Mendukung Ketahanan Pangan menuju Kabupaten Madiun Bersahaja. 

Kegiatan yang digelar di Ruang Rapat Eka Kapti, Pusat Pemerintahan (Puspem) Mejayan, Senin (3/8/2026), itu diarahkan untuk mempercepat pencapaian swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Forum tersebut menjadi bagian dari implementasi Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2025 tentang RPJMD Kabupaten Madiun, khususnya misi ketiga Madiun Bersahaja melalui Program Unggulan Petani dan Peternak Sejahtera (Pepes). 

Selain menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah, petani, dan penyuluh pertanian lapangan, kegiatan itu juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi persoalan sektor pertanian dan perikanan dari hulu hingga hilir.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Ndaru Kendaryanto, menyampaikan salah satu upaya yang tengah dilakukan pemerintah daerah adalah memperkuat infrastruktur pendukung pertanian. 

Ia mengungkapkan proposal pembangunan irigasi perpompaan di sejumlah wilayah telah memasuki tahapan verifikasi di pemerintah pusat.

"Kami laporkan juga, bahwa pada Kamis 27 Juli 2026 lalu, telah terlaksana verifikasi dan pemberkasan di Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, pada proposal usulan irigasi perpompaan di 30 (tiga puluh) titik yang tersebar di 15 (lima belas) kecamatan Pak Bupati", ujar Ndaru.

Menurut Ndaru, sinergi lintas sektor diperlukan agar berbagai persoalan produksi dapat ditangani lebih cepat sekaligus menjaga ketersediaan komoditas pangan utama. 

Langkah tersebut diharapkan mampu mewujudkan sektor pertanian yang semakin maju, mandiri, modern, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani.

Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto menegaskan pemerintah daerah terus menjalankan program strategis untuk memperkuat sektor pertanian melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

"Pemerintah Kabupaten Madiun menindaklanjuti program strategis nasional melalui misi ketiga Madiun Bersahaja dengan Program Unggulan Petani dan Peternak Sejahtera (Pepes) guna mewujudkan pertanian yang mandiri, berdaya saing, dan menyejahterakan masyarakat", ujar Bupati.

Ia mengatakan peningkatan produktivitas pertanian harus didukung pemanfaatan bantuan secara tepat, mulai dari benih unggul, pupuk bersubsidi, penyuluhan, perluasan areal tanam, pembangunan irigasi dan perpompaan, hingga penggunaan alat dan mesin pertanian.

"Dan bantuan pertanian harus digunakan sesuai keperluan, agar target swasembada pangan tercapai, produktivitas meningkat, dan efisiensi biaya produksi dapat terwujud secara optimal", tuturnya.

Usai kegiatan, Bupati menyebut produktivitas padi Kabupaten Madiun saat ini mencapai sekitar tujuh ton per hektare dan masih berpeluang ditingkatkan. 

Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan air secara efisien di tengah ancaman musim kemarau agar kebutuhan irigasi tetap terpenuhi.

"Kami berharap bisa ditingkatkan untuk produktifitasnya. Karena saya pernah berkunjung ke beberapa daerah, itu bisa sampai 10 ton per hektar. Insyaallah, nanti Kabupaten Madiun bisa", harap Bupati.

"Sekali lagi, pemanfaatan airnya harus di efektifkan, di efisienkan. Supaya tidak muspro (sia-sia) airnya itu. Karena memanajemen air itu sangat perlu", pungkas Bupati Madiun. (@Red/Kominfo)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar