-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

DPUPR Kota Madiun Kebut Pengaspalan Jelang HUT RI, Progres Pekerjaan Tembus di Atas Target

Progres salah satu pekerjaan pengaspalan di ruas Jalan Letkol Suwarno, Kota Madiun. (Dok. Gardajatim)
GARDAJATIM.COM : Pemerintah Kota Madiun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus mempercepat pekerjaan pengaspalan jalan di sejumlah ruas pada tahun anggaran 2026. Hingga memasuki minggu keenam pelaksanaan, seluruh paket pekerjaan menunjukkan progres yang melampaui target.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPUPR Kota Madiun, Dwi Setyo Nugroho, mengatakan pekerjaan pengaspalan tahun ini dibagi menjadi empat paket. Berdasarkan hasil evaluasi, seluruh paket mencatat realisasi fisik lebih tinggi dibandingkan rencana.

"Untuk pengaspalan di Kota Madiun tahun 2026 ada beberapa paket pekerjaan, yakni paket 1, paket 2, paket 3, dan paket 4. Saat ini sudah memasuki minggu keenam dan progres pekerjaan secara umum menunjukkan hasil yang positif," ujarnya, Selasa (3/8/2026).

Pada paket 1, progres yang direncanakan sebesar 2,74 persen, sedangkan realisasi telah mencapai 11,60 persen, atau mengalami deviasi positif sekitar 8,86 persen.

Sementara itu, paket 2 menjadi pekerjaan dengan percepatan paling signifikan. Dari target 4,18 persen, realisasi di lapangan telah mencapai 80,73 persen, sehingga deviasi positif mencapai sekitar 76,55 persen.

Adapun paket 3 memiliki target 36,41 persen dengan realisasi 63,14 persen, atau lebih tinggi sekitar 26,72 persen dari rencana. Sedangkan paket 4 ditargetkan 8,94 persen dan telah terealisasi 24,08 persen, dengan deviasi positif sekitar 15 persen.

Menurut Dwi, percepatan pada paket 2 dilakukan karena lokasi pekerjaan berada di kawasan strategis, seperti sekitar Alun-Alun Kota Madiun dan Jalan Pahlawan. Kawasan tersebut dipersiapkan untuk mendukung rangkaian kegiatan Hari Jadi Kota Madiun serta peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Area Alun-Alun akan digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk upacara HUT Kemerdekaan 17 Agustus. Sesuai arahan pimpinan, kawasan tersebut harus terlihat rapi, bersih, dan jalannya nyaman sehingga pelaksanaan kegiatan bisa berlangsung dengan tertib dan sukses," jelasnya.

Meski progres pekerjaan dinilai positif, Dwi menegaskan proyek pengaspalan secara keseluruhan belum selesai. Masih terdapat sejumlah ruas jalan yang membutuhkan penanganan tambahan sebelum dilakukan pengaspalan.

"Ada beberapa titik yang kondisi tanah dasarnya rusak sehingga harus dilakukan perbaikan terlebih dahulu. Tahapan itu memang membutuhkan waktu agar hasil pengaspalan nantinya lebih kuat dan berkualitas," katanya.

Terkait kendala pelaksanaan, Dwi menyebut tidak ada hambatan teknis yang berarti di lapangan. Namun, pihaknya tetap menghadapi tantangan dari sisi eksternal, terutama akibat perubahan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Kalau kendala di lapangan alhamdulillah tidak ada. Hanya saja, di luar aspek teknis ada pengaruh kenaikan harga BBM. Alat berat yang digunakan dalam pekerjaan ini seluruhnya menggunakan solar industri, sehingga perubahan harga ikut memengaruhi pelaksanaan pekerjaan," pungkasnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Kota Madiun mengalokasikan anggaran sebesar Rp15,56 miliar untuk program pemeliharaan jalan berupa pengaspalan pada tahun 2026. Program tersebut terbagi dalam empat paket pekerjaan dengan total penanganan sepanjang sekitar 12,08 kilometer yang mencakup 29 ruas jalan.

Paket I memiliki nilai kontrak Rp3,89 miliar untuk perbaikan enam ruas jalan sepanjang 3.463 meter. Paket II dianggarkan Rp3,71 miliar yang mencakup lima ruas jalan dengan total panjang 2.177 meter.

Sementara itu, Paket III memiliki nilai kontrak Rp4,02 miliar untuk penanganan delapan ruas jalan sepanjang 2.647 meter. Adapun Paket IV dialokasikan sebesar Rp3,94 miliar guna memperbaiki 10 ruas jalan dengan total panjang 3.788 meter.

Program pemeliharaan jalan melalui pengaspalan pada 29 ruas tersebut bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur jalan, sekaligus memberikan kenyamanan, keamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat di Kota Madiun. (@Red/Arg)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar