-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 REPUBLIK INDONESIA🇮🇩

Wastra Madiun Promosikan Identitas Daerah di APKASI Expo 2026

Batik dan wastra khas Madiun diperkenalkan melalui peragaan busana di ICE BSD, Tangerang, dalam ajang APKASI Otonomi Expo 2026.
Wastra Kabupaten Madiun di Fashion Show Wastra Nusantara (Dok ist)
GARDAJATIM.COM : Wastra Kabupaten Madiun mendapat panggung dalam Fashion Show Wastra Nusantara pada APKASI Otonomi Expo 2026 di Hall 3 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Jumat (28/8/2026). 

Peragaan tersebut menjadi sarana memperkenalkan batik dan kekayaan wastra Madiun kepada perwakilan kabupaten dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Dekranasda Kabupaten Madiun Ny. Erni Hari Wuryanto hadir mendampingi perwakilan daerah dalam kegiatan tersebut. 

Sejumlah unsur budaya Madiun dituangkan dalam koleksi yang diperagakan, di antaranya pesilat, dongkrek, keris dengan gunungan, serta Kampung Pesilat.

Ny. Erni mengatakan Dekranasda Kabupaten Madiun memberikan pendampingan kepada pengrajin batik melalui pelatihan dan keikutsertaan dalam berbagai pameran. 

Pendampingan itu diarahkan untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas pengenalan batik Madiun di tingkat nasional.

Ia juga meminta generasi muda tidak menjadikan batik sebagai busana yang hanya digunakan pada acara tertentu. 

“Kaum muda jangan takut memakai batik. Tunjukkan identitas bangsa bahwa batik adalah warisan leluhur kita. Kita harus bangga dengan batik Indonesia, khususnya batik Kabupaten Madiun,” pesannya.

Kepala Disparpora Kabupaten Madiun Puji Rahmawati menilai fashion show merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang terus dikembangkan. 

Dalam peragaan tersebut, busana ecoprint dipadukan dengan elemen khas Madiun, termasuk Kampung Pesilat dan inspirasi nasi pecel melalui unsur pincuk.

Menurut Puji, penggunaan bahan alam dalam rancangan tersebut juga membawa pesan mengenai produk yang ramah lingkungan. Ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda untuk mengenal dan menggunakan produk daerah, mulai dari batik, wastra, UMKM, kuliner hingga potensi budaya lainnya. 

“Cara mencintai itu bukan hanya kita berpromosi, tetapi mulai dari diri kita sendiri mencintai, memakai, menggunakan, dan mengajak kepada yang lain untuk menggunakan apa yang sudah kita punya,” ujarnya.

Desainer Arga Wijaya asal Desa Wayut, Kecamatan Jiwan, turut memperagakan karyanya dengan konsep ready-to-wear modern. 

Ia memadukan ecoprint dan batik Gambang Ciprat agar wastra tradisional dapat digunakan dalam gaya busana yang lebih dekat dengan generasi muda.

Arga berharap pengenalan wastra Indonesia tidak berhenti pada kegiatan pameran dan peragaan busana. 

Ia mengajak masyarakat ikut menjaga keberlangsungan produk lokal dengan membiasakan diri mengenakan wastra dalam aktivitas sehari-hari. 

“Cintailah produk Indonesia,” pesannya. (@Red/Kominfo)


Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar