Agus Salim Pimpin SMK PGRI 2 Ponorogo, Bidik Lulusan Terserap Industri
Redaksi Garda Jatim
... menit baca
![]() |
| Agus Salim menandatangani dokumen dalam prosesi penyerahan Surat Keputusan pengangkatan sebagai Kepala SMK PGRI 2. (Foto: Suarawilayah.com) |
Penetapan itu dituangkan dalam Surat Keputusan bertanggal 10 Agustus 2026 yang ditetapkan di Jakarta dan diserahkan dalam prosesi di aula SMK PGRI 2 Ponorogo, Kamis, 20 Agustus 2026.
Penyerahan SK tersebut dihadiri Pengurus PGRI Ponorogo, YPLP PGRI Ponorogo, Keluarga HS. Pirngadi, BA selaku penjamin mutu, Ketua Komite SMK PGRI 2 Ponorogo, serta seluruh jajaran guru dan karyawan.
Pengangkatan Agus Salim merupakan bagian dari perombakan dan penyegaran kepemimpinan kepala sekolah pada satuan pendidikan PGRI, mulai jenjang TK, SMP, SMK hingga SLB di sejumlah wilayah Jawa Timur.
Penataan itu mencakup Kabupaten Madiun, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Tulungagung, dan Kota Surabaya.
Surat keputusan tersebut ditandatangani Ketua YPLP PGRI Pusat Prof. Dr. Supardi U.S., M.M., M.Pd., dan Sekretaris Bidang Dikdasmen Mas Sunat, M.Pd.
Menata Sekolah dari Internal
YPLP PGRI Pusat menugaskan para pejabat yang dilantik untuk mengelola dan mengembangkan satuan pendidikan secara optimal.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk mewujudkan sekolah PGRI yang unggul, berdaya saing tinggi, serta bermanfaat dan diberdayakan oleh masyarakat.
![]() |
| Agus Salim, S.Kom., usai dilantik sebagai Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo. |
Bagi Agus Salim, jabatan baru tersebut bukan sekadar posisi struktural. Ia memandangnya sebagai amanah yang harus dijaga sekaligus dikembangkan.
“Jabatan ini merupakan amanah yang harus kita jaga dan kita kembangkan," kata Salim sapaan akrabnya.
Menurutnya, kemajuan sekolah swasta tidak dapat dibebankan kepada kepala sekolah seorang diri.
Sinergi antara kepala sekolah, guru, karyawan, dan seluruh elemen sekolah menjadi faktor penting dalam mendorong perkembangan SMK PGRI 2 Ponorogo.
“Karena ini sekolah swasta, kemajuan sekolah tidak bisa hanya mengandalkan kepala sekolah. Harus ada sinergi dan kolaborasi antara kepala sekolah, guru, karyawan, dan seluruh elemen sekolah," ungkap Salim.
Karena itu, langkah awal yang akan ditempuh Salim menyasar pembenahan internal. Ia akan berfokus pada pembangunan karakter guru, terutama melalui penguatan disiplin dan etos kerja.
Setelah karakter tenaga pengajar terbentuk kokoh, pembinaan akan dilanjutkan kepada siswa melalui berbagai kegiatan sekolah yang sedang berjalan.
Ingin Siswa Sudah “Dipesan” Industri Sebelum Lulus
Di sisi lain, Salim memasang target yang lebih jauh. Ia ingin siswa SMK PGRI 2 Ponorogo memiliki peluang kerja bahkan sebelum menyelesaikan pendidikan.
Menurut dia, idealnya siswa SMK sudah “dipesan” dunia kerja atau industri ketika masih berstatus pelajar.
“Angan-angan saya, anak-anak SMK ini sebelum lulus sudah dipesan oleh dunia kerja atau industri. Sebenarnya sudah mulai berjalan, tetapi ingin kami tingkatkan dan kami galakkan lagi," harapnya.
Target tersebut bukan tanpa dasar. Salim mengatakan sudah banyak industri yang datang ke sekolah untuk melakukan rekrutmen.
Namun, ada persoalan lain yang perlu diselesaikan. Sebagian siswa cenderung memilih perusahaan besar dan kurang tertarik pada industri berskala menengah.
“Sebenarnya sudah banyak industri yang datang untuk merekrut. Kendalanya, anak-anak sekarang cenderung pilih-pilih. Mereka lebih memilih industri yang besar-besar, sedangkan industri menengah kurang diminati," jelasnya.
![]() |
| Suasana rarangkaian kegiatan penyerahan SK Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo. |
Salim akan memberikan pemahaman kepada siswa bahwa salah satu tujuan pendidikan di SMK adalah mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja.
“Kami akan memberikan pemahaman dan pengertian kepada anak-anak bahwa tujuan akhir setelah lulus SMK adalah bekerja," ujarnya.
Selain pembekalan tersebut, sekolah akan menyiapkan bursa kerja. Fasilitas ini diarahkan untuk mempertemukan siswa dengan peluang kerja sesuai kompetensi dan keahlian masing-masing.
“Kami akan menyiapkan bursa kerja untuk menampung anak-anak sesuai dengan kompetensi dan keahlian masing-masing," tandasnya.
Dengan agenda tersebut, kepemimpinan baru SMK PGRI 2 Ponorogo tidak hanya diarahkan pada pembenahan internal sekolah.
Salim juga membawa target yang lebih konkret: memperkuat karakter guru, membina siswa, memperluas hubungan dengan dunia industri, dan mendorong agar lulusan tidak sekadar mencari pekerjaan setelah lulus, tetapi sudah memiliki akses ke dunia kerja sejak masih berada di bangku sekolah. (Fjr/Red)
Sebelumnya
...



