Api Melalap Hutan Perhutani di Slahung, Petugas Gabungan Bergerak Cegah Kebakaran Mendekati Permukiman
Redaksi Garda Jatim
... menit baca
![]() |
| Petugas gabungan memadamkan kebakaran hutan Perhutani di Gunung Babak, Desa Duri, Kecamatan Slahung, Ponorogo. (Foto: Istimewa) |
Api pertama kali diketahui sekitar pukul 18.30 WIB setelah warga melaporkan adanya kebakaran di kawasan hutan.
Lokasi berada di Petak 54A, RPH Karangpatihan, BKPH Ponorogo Barat, KPH Lawu DS, tepatnya di wilayah Dukuh Jenggring.
Mendapat laporan tersebut, Polsek Slahung langsung menuju lokasi. Petugas kemudian berkoordinasi dengan Perhutani, Koramil Slahung, dan BPBD Kabupaten Ponorogo untuk melakukan pemadaman.
Api Padam Sekitar Pukul 21.00 WIB
Petugas gabungan bergerak cepat untuk mencegah api meluas. Kebakaran menghanguskan daun kering atau serasah, semak, dan alang-alang dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai 1,10 hektare.
Pemadaman dilakukan secara manual menggunakan metode gepyok. Petugas juga membuat sekat bakar untuk menghentikan pergerakan api serta menyelamatkan titik-titik bara dengan cara diselimuti dan ditimbun menggunakan tanah maupun material yang tersedia di sekitar lokasi.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 21.00 WIB, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan.
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo melalui Kapolsek Slahung AKP Pitoyo mengatakan, kecepatan penanganan menjadi penting karena kondisi vegetasi di kawasan hutan relatif kering dan mudah terbakar.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, anggota langsung melakukan pengecekan ke lokasi dan berkoordinasi dengan Perhutani, Koramil, serta BPBD. Kami bersama-sama melakukan pemadaman dan membuat sekat agar api tidak merembet ke kawasan lain,” ujar Pitoyo.
Lokasi Kebakaran Berjarak 300 Meter dari Permukiman
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, petugas bergerak cepat karena lokasi kebakaran berjarak sekitar 300 meter dari permukiman warga.
Jarak tersebut membuat pengendalian api menjadi perhatian utama untuk mengantisipasi kebakaran meluas dan mendekati rumah warga.
Pitoyo mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama selama musim kemarau.
Ia meminta warga tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan hutan maupun lahan kering.
“Jangan membuang puntung rokok atau menyalakan api sembarangan di kawasan hutan maupun lahan kering. Jika melihat adanya titik api atau asap di kawasan hutan, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegasnya.
Dalam penanganan kebakaran ini, personel berasal dari Polsek Slahung, Koramil Slahung, BPBD Kabupaten Ponorogo, dan petugas Perhutani.
Meski api telah padam, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Polsek Slahung bersama petugas terkait masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api dari bara yang tersisa.
“Kewaspadaan dan kepedulian masyarakat menjadi kunci. Kebakaran hutan dapat meluas dengan cepat, sehingga setiap informasi mengenai titik api sekecil apa pun sangat penting untuk segera dilaporkan,” pungkas Pitoyo. (Hms/Red)
Sebelumnya
...
