-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Bangkit dari Cedera, Atifa Rebut Emas Asian Pencak Silat 2026 untuk Indonesia

Atifa Fismawati, Atlet Asian Pencak Silat Championship 2026 asal Kota Tegal, Indonesia. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM: Dua tahun setelah dihantam cedera yang nyaris mengubur peluangnya kembali ke tim nasional, pesilat Indonesia asal Kota Tegal, Atifa Fismawati, berhasil membalik keadaan.

Atlet yang juga warga Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Kota Tegal Pusat Madiun itu merebut medali emas nomor tanding kelas D putri pada 10th Asian Pencak Silat Championship 2026 di Dong Nai, Vietnam, yang berlangsung pada 15–23 Juli 2026.

Keberhasilan itu diraih setelah Atifa mengalahkan pesilat Singapura, Quraifah Aqiffah, pada partai final. Kemenangan tersebut memastikan Indonesia berdiri di podium tertinggi pada nomor tersebut sekaligus menjadi salah satu penyumbang emas bagi kontingen Merah Putih.

Di balik raihan itu tersimpan perjalanan yang tidak singkat. Dalam keterangan melalui pesan singkat, Atifa mengungkapkan bahwa medali emas tersebut merupakan puncak dari proses pemulihan panjang setelah mengalami cedera serius pada 2024.

Cedera itu sempat membuatnya mempertanyakan peluang kembali memperkuat Indonesia di tingkat internasional.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan bangga bisa meraih medali emas ini. Dua tahun lalu, tepatnya pada 2024, saya mengalami cedera. Setelah itu saya berjuang untuk bisa kembali bertanding. Saat PON Aceh saya hanya meraih medali perak dan sempat ragu apakah masih bisa kembali bergabung dengan Pelatnas. Proses pemulihannya cukup panjang, tetapi Alhamdulillah semua perjuangan itu akhirnya terbayar,” ujar Atifa, dilansir SHTerate.co.id.

Atifa yang juga merupakan anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) TNI AD menegaskan, capaian di Vietnam bukanlah akhir dari targetnya.

Ia kini membidik kesempatan kembali masuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) sebagai persiapan menghadapi World Pencak Silat Championship di Uzbekistan, sekaligus memperjuangkan tempat dalam kontingen Indonesia pada SEA Games 2027 di Malaysia.

“Harapan saya semoga bisa terus menjaga tren positif ini. Mohon doa agar saya kembali dipercaya masuk Pelatnas untuk persiapan Kejuaraan Dunia di Uzbekistan dan bisa memperkuat Indonesia di SEA Games 2027. Tujuan saya hanya satu, membawa nama Indonesia semakin harum di kancah internasional dan membuat lagu Indonesia Raya berkumandang di negara lain,” katanya.

Atifa juga menyampaikan pesan kepada generasi muda, khususnya atlet pencak silat, agar tidak berhenti berjuang meski menghadapi kegagalan maupun cedera.

“Jangan pernah menyerah. Terus berjuang dan berikan kemampuan terbaik di setiap pertandingan. Kuncinya adalah restu orang tua, ikhtiar, doa, kerja keras, serta terus berlatih. Kita tidak pernah tahu bagaimana rezeki datang, tetapi dengan usaha yang sungguh-sungguh, Insya Allah Allah SWT akan memberikan jalan terbaik,” pesannya.

Sementara itu, Asisten Manajer Tim Pencak Silat Indonesia, Indro Catur Haryono, menilai hasil yang dibukukan Indonesia layak diapresiasi. Menurutnya, pencapaian tersebut diraih ketika mayoritas atlet yang diturunkan merupakan pesilat muda.

“Hasil ini cukup bagus, mengingat sekitar 97 persen pesilat yang diturunkan Indonesia merupakan atlet-atlet muda. Hanya beberapa atlet senior yang disertakan,” ujarnya.

Secara keseluruhan, Indonesia menutup 10th Asian Pencak Silat Championship 2026 dengan koleksi enam medali emas, empat medali perak, dan sembilan medali perunggu. 

Raihan itu menempatkan Indonesia di peringkat kedua klasemen akhir, di bawah tuan rumah Vietnam yang mengoleksi 16 emas, tujuh perak, dan dua perunggu. Adapun Malaysia berada di posisi ketiga dengan lima emas, enam perak, dan dua perunggu.

Prestasi Atifa menjadi salah satu penanda bahwa proses regenerasi atlet pencak silat Indonesia tetap berjalan di tengah dominasi atlet muda.

Kemenangan tersebut juga memperlihatkan bagaimana proses pemulihan dari cedera, konsistensi latihan, dan kesempatan kembali bersaing di level elite mampu mengantarkan atlet Indonesia kembali berdiri di podium tertinggi kejuaraan Asia.



(Hms/Fjr)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar