-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 REPUBLIK INDONESIA🇮🇩

Bukan Sekadar Piala, Ini Kunci Pramuka SMAN 2 Ponorogo Pertahankan Tradisi Juara

Kepala SMAN 2 Ponorogo Mursid bersama jajaran, menerima piala Juara Umum Penegak dalam Apel Besar HUT ke-65 Gerakan Pramuka di Alun-Alun Ponorogo. (Foto: Istimewa)
GARDAJATIM.COM: Piala Juara Umum kembali dibawa pulang Pramuka SMAN 2 Ponorogo. Namun, di balik kemenangan dalam kompetisi kepramukaan tingkat Penegak SMA/SMK/MA se-Kabupaten Ponorogo itu, ada proses panjang yang menjadi kunci keberhasilan mereka mempertahankan tradisi juara.

Dalam momentum HUT ke-65 Gerakan Pramuka, kontingen SMAN 2 Ponorogo berhasil mengumpulkan 72 poin dan keluar sebagai Juara Umum Penegak.

Piala tersebut diterima Kepala SMAN 2 Ponorogo, Mursid, S.Pd., M.Pd., dalam Apel Besar HUT ke-65 Pramuka yang digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka di Alun-Alun Ponorogo, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Piala Juara Umum diserahkan langsung oleh Dandim 0802/Ponorogo. Capaian ini kembali menempatkan SMAN 2 Ponorogo sebagai salah satu kekuatan utama Pramuka Penegak di Bumi Reyog.

Tetapi, keberhasilan itu tidak dibangun dalam waktu singkat.

Ada latihan berminggu-minggu, kedisiplinan, kekompakan tim, serta pembinaan yang dilakukan secara konsisten. Semua proses tersebut kemudian diuji melalui sejumlah nomor lomba.

Pada Lomba Devile, Penegak Putra nomor peserta 11 meraih Juara 1 dengan nilai 371. Penegak Putri nomor peserta 14 juga meraih Juara 1 dengan nilai 375.

Prestasi berikutnya datang dari Lomba Formasi Variasi Barisan. Tim Putra kembali menjadi yang terbaik dengan nilai 372, sedangkan tim Putri meraih Juara 3 dengan nilai 362.

Pada Lomba Kirab Karnaval, Penegak Putri kembali meraih Juara 1 dengan nilai 467. Penegak Putra menyusul dengan Juara 2 setelah mengantongi nilai 445.

Tak hanya mengandalkan kemampuan baris-berbaris, kreativitas digital juga ikut diuji. Dalam Lomba Dokumentasi Proses Publikasi Digital Pramuka, tim Penegak Putra meraih Harapan 1 dengan nilai 130.
Latihan, Disiplin, dan Pembinaan Jadi Fondasi

Kepala SMAN 2 Ponorogo, Mursid menyampaikan, gelar Juara Umum yang kembali diraih tahun ini merupakan hasil dari proses latihan yang dijalani para siswa.

“Alhamdulillah tahun 2026 ini SMA 2 Ponorogo kembali menjadi Juara Umum dalam peringatan Pramuka ke-65. Kejuaraan ini merupakan hasil dari proses latihan yang dilakukan oleh para siswa,” ujar Mursid.

Menurutnya, para siswa tidak hanya dituntut mengejar hasil akhir. Mereka juga ditempa untuk menjalani latihan dengan semangat, disiplin dan tanggung jawab.

“Anak-anak berlatih dengan penuh semangat, disiplin dan tanggung jawab. Akhirnya hasilnya tidak mencederai proses latihan. Kalian benar-benar Pramuka sejati yang membawa nama baik SMA Negeri 2 Ponorogo,” ungkapnya.

Mursid menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa prestasi Pramuka di sekolahnya bukan sekadar kebetulan.

Pembinaan dilakukan secara rutin dan menjadi bagian dari perhatian sekolah terhadap kegiatan ekstrakurikuler. Kemampuan siswa terus diarahkan agar meningkat dari waktu ke waktu.

“Alhamdulillah tahun ini sebagai Juara Umum lagi. Ini mulai beberapa tahun ini juara umum terus. Bukti bahwa SMA 2 ini memang betul-betul untuk prestasi, khususnya bidang Pramuka, sangat diperhatikan dalam kegiatan ekstrakurikuler,” jelasnya.

Alumni Turun Tangan, Regenerasi Tetap Berjalan

Ada faktor lain yang ikut membuat tradisi juara SMAN 2 Ponorogo tetap bertahan, yakni keterlibatan alumni.

Para alumni tidak sekadar menjadi bagian dari sejarah. Mereka ikut mendampingi adik-adiknya sejak proses persiapan dan latihan hingga menghadapi perlombaan.

Bagi Mursyid, hubungan yang kuat antara kakak kelas, alumni, pembina dan anggota Pramuka menjadi modal penting dalam menjaga kesinambungan prestasi.

“Terima kasih kepada alumni yang sudah membersamai adik-adiknya, mendampingi sejak awal pelatihan, serta kepada seluruh pembina. Keterikatan antara kakak kelas dengan adiknya di Pramuka SMAN 2 Ponorogo ini sangat kuat dan peduli,” katanya.

Dari hubungan tersebut, proses regenerasi berjalan secara alami. Pengalaman dan pengetahuan dari generasi sebelumnya dapat diteruskan kepada anggota Pramuka yang lebih muda.

Inilah yang membuat tradisi juara tidak berhenti ketika satu angkatan lulus.

Sebab, mempertahankan Juara Umum bukan pekerjaan yang lebih ringan dibanding merebutnya untuk pertama kali. Dibutuhkan kerja bersama agar standar prestasi tetap terjaga.

“Meraih Juara Umum itu tidak mudah. Namun dengan kedisiplinan, kerja keras dan semangat tinggi dari pelatih, alumni, pembina serta anak-anak, alhamdulillah SMAN 2 Ponorogo bisa mencapai dan meraih Juara Umum lagi,” pungkasnya.

Bagi Pramuka SMAN 2 Ponorogo, piala hanyalah hasil akhir. Kekuatan sebenarnya justru berada pada latihan yang konsisten, disiplin siswa, pembinaan sekolah, kekompakan tim dan dukungan alumni yang terus menjaga estafet prestasi. (Fjr/Red)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar