-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 REPUBLIK INDONESIA🇮🇩

Cawabup Teguh Wiyono Bawa Gagasan Besar: Potensi Ponorogo Harus Jadi Mesin Ekonomi

Mas Teguh Wiyono (MTW), Calon Wakil Bupati Ponorogo. (Foto: dok. Pribadi)
GARDAJATIM.COM: Teguh Wiyono (39), pria keturunan Bajang Balong, Ponorogo, yang digadang-gadang sebagai calon wakil bupati (cawabup) Ponorogo yang akan mendampingi Lisdyarita, menawarkan gagasan pembangunan daerah berbasis potensi wilayah.

Menurut Teguh, Ponorogo tidak kekurangan modal untuk berkembang. Daerah ini memiliki kekayaan alam, budaya, pariwisata, industri, pendidikan hingga sumber daya manusia yang dapat menjadi kekuatan ekonomi.

Persoalannya, potensi tersebut perlu dipetakan dan dikelola secara terintegrasi agar mampu melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Ponorogo ini sebenarnya punya banyak potensi. Tinggal bagaimana kita petakan, kita kelola dan kita jadikan kekuatan ekonomi. Jangan semua dipusatkan di satu tempat,” kata Teguh, Jumat, 28 Agustus 2026.

Sebagai sosok yang disebut memiliki gagasan untuk maju dalam kontestasi sebagai calon wakil bupati, Teguh menilai pembangunan Ponorogo membutuhkan pendekatan yang lebih terukur, dengan setiap wilayah memiliki sektor unggulan masing-masing.

Pulung-Pudak, Ngebel hingga Barat Punya Peran Berbeda

Teguh mendorong konsep desentralisasi potensi. Wilayah timur, seperti Pulung dan Pudak, dapat diarahkan pada pengembangan potensi sumber daya alam, termasuk pengelolaan air mineral.

Ngebel, menurut dia, memiliki peluang besar menjadi pusat pariwisata sekaligus ekonomi kreatif.

Sementara kawasan barat Ponorogo mempunyai potensi dolomit yang dapat dikembangkan untuk mendukung sektor industri, termasuk industri pupuk dan semen.

“Setiap wilayah punya kekuatan sendiri. Itu yang harus kita bangun. Jangan sampai potensinya ada, tetapi tidak memberikan nilai tambah yang besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Cawabup Teguh Wiyono Dorong Reog Tampil Setiap Malam

Di sektor pariwisata dan kebudayaan, Teguh menawarkan gagasan yang cukup spesifik: menjadikan Ngebel sebagai salah satu panggung budaya Ponorogo.

Ia mengusulkan pagelaran Reog secara rutin setiap malam. Dengan 312 desa/kelurahan di Ponorogo, kelompok seni dari masing-masing desa dapat tampil secara bergiliran.

Menurutnya, konsep tersebut bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi juga menciptakan rantai ekonomi baru.

“Kalau setiap desa tampil bergantian, kita bisa punya pertunjukan setiap malam. Ini bukan hanya soal seni, tetapi juga menghidupkan ekonomi seniman, UMKM, pengrajin, kuliner dan sektor pariwisata,” jelasnya.

Regenerasi Seniman Harus Disiapkan

Teguh juga mendorong berdirinya akademi atau institut seni di Ponorogo.
Lembaga tersebut diharapkan menjadi pusat pendidikan bagi generasi muda yang ingin menekuni seni tradisi, mulai dari pembarong, penari, pengrawit hingga pemain terompet.

Menurutnya, keberlangsungan Reog membutuhkan sistem regenerasi yang terencana.

“Kalau kita ingin Reog tetap hidup puluhan bahkan ratusan tahun ke depan, regenerasinya harus disiapkan dari sekarang,” tegas Teguh.

APBD Terbatas, Investasi Harus Dibuka

Sebagai bagian dari gagasan pembangunan, Teguh juga menilai Ponorogo perlu lebih terbuka terhadap investasi.

Menurutnya, keterbatasan APBD membuat pemerintah daerah perlu mencari sumber pembiayaan pembangunan lainnya, termasuk investasi dari luar daerah maupun luar negeri.

Namun, peningkatan investasi harus berjalan beriringan dengan pembenahan PAD.
Sektor retribusi, termasuk parkir, perlu ditata melalui dialog dengan pengelola dan paguyuban agar penerimaan daerah dapat meningkat tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat.

“PAD harus diperkuat. Kebocoran harus ditutup dan sistemnya harus dibenahi. Tetapi masyarakat juga harus diajak bicara,” katanya.

Infrastruktur Harus Menghasilkan Pertumbuhan Ekonomi

Teguh menilai pembangunan jalan dan penerangan jalan umum tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik.

Setiap proyek infrastruktur harus diarahkan untuk membuka akses menuju pusat-pusat ekonomi baru.

Karakter medan juga harus menjadi pertimbangan dalam menentukan metode pembangunan jalan, apakah menggunakan betonisasi maupun pengaspalan.

Jalur seperti Jeruksing–Jabung, misalnya, membutuhkan kajian teknis agar metode pembangunan yang digunakan sesuai dengan kondisi lapangan.

“Jalan itu jangan hanya dilihat sebagai proyek infrastruktur. Jalan harus menjadi pembuka akses ekonomi. Kita bangun kawasan industri, aktivitas ekonomi tumbuh, pajak daerah bertambah, kemudian penerimaannya bisa kembali digunakan untuk membangun Ponorogo,” tutur Teguh.

Bangun Kesamaan Visi Politik

Teguh juga melihat pembangunan Ponorogo membutuhkan konsolidasi politik.
Perbedaan pilihan politik, menurutnya, merupakan hal yang wajar. Namun seluruh kekuatan politik harus mampu menemukan titik temu ketika menyangkut kepentingan masyarakat dan masa depan daerah.

“Yang kita cari bukan siapa yang paling kuat, tetapi bagaimana semua kekuatan politik bisa mempunyai visi yang sama untuk Ponorogo,” ujarnya.

Pendidikan dan Pesantren Tetap Jadi Kekuatan

Di tengah gagasan industrialisasi dan pengembangan pariwisata, Teguh menegaskan pendidikan tidak boleh ditinggalkan.

Ponorogo memiliki reputasi sebagai daerah pendidikan dan pesantren. Kekuatan tersebut harus dipertahankan dan ditingkatkan dengan tetap berpijak pada nilai keagamaan dan kebudayaan.

Bagi Teguh, kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi dari seluruh agenda pembangunan.

Jika pendidikan kuat, industri mendapatkan tenaga kerja berkualitas. Pariwisata memiliki pelaku kreatif. Sementara kebudayaan memiliki generasi penerus.

Sebagai calon wakil bupati yang menawarkan gagasan pembangunan berbasis potensi wilayah, Teguh Wiyono ingin Ponorogo tidak sekadar membangun, tetapi mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang saling terhubung.

Potensi alam, Reog, pariwisata, industri, pendidikan, investasi dan sumber daya manusia harus ditempatkan sebagai satu kesatuan kekuatan daerah.

“Ponorogo tidak harus menjadi daerah lain. Kita harus menjadi Ponorogo yang kuat dengan potensi kita sendiri,” pungkas Teguh. (Fjr)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar