Komisi D DPRD Ponorogo Soroti JosJis Fest, Rumput Stadion Rp600 Juta Jadi Perhatian
Redaksi Garda Jatim
... menit baca
![]() |
| Riyanto, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Ponorogo. (Foto: Fajar/Gardajatim.com) |
Perhatian utama tertuju pada kondisi rumput stadion yang saat ini masih dalam perawatan dengan anggaran sekitar Rp600 juta.
Ketua Komisi D DPRD Ponorogo, Riyanto mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat dengar pendapat dengan sejumlah pihak, di antaranya suporter, PSSI, dan Askab Ponorogo.
Rapat tersebut membahas berbagai potensi dampak penggunaan stadion untuk konser, terutama terhadap kondisi rumput yang sedang menjalani perawatan.
"Kami sudah melakukan rapat dengar pendapat dengan suporter, PSSI, dan Askab. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kondisi rumput stadion yang saat ini sedang dalam perawatan," kata Riyanto, usai hearing dengan MKKS SMP Negeri Ponorogo, Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurut Riyanto, Komisi D sebelumnya telah memberikan masukan agar penyelenggaraan konser dipertimbangkan di lokasi lain di luar stadion.
Namun, opsi tersebut menghadapi pertimbangan biaya dari pihak event organizer (EO).
"Memang sempat ada usulan agar konser dilaksanakan di luar stadion. Tetapi dari pihak penyelenggara juga mempertimbangkan cost," ujarnya.
Riyanto menegaskan, keputusan akhir terkait penggunaan Stadion Batoro Katong berada di tangan pihak eksekutif.
Meski demikian, DPRD tetap akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Jika konser tetap digelar di stadion, pihak penyelenggara diminta memastikan seluruh fasilitas tetap terjaga.
"Kalau terjadi kerusakan akibat kegiatan, pihak EO harus bertanggung jawab dan menanggung seluruh biaya perbaikannya," tegas Riyanto.
Komisi D juga akan terus mengawal pelaksanaan JosJis Fest agar berjalan sesuai kesepakatan dan ketentuan yang berlaku.
Riyanto juga meluruskan informasi mengenai nilai sewa Stadion Batoro Katong yang disebut hanya sekitar Rp15 juta.
Menurutnya, skema yang disampaikan dalam pembahasan bukan sekadar angka tersebut. Ada komponen sewa dasar sebesar Rp3,5 juta ditambah 10 persen dari nilai penjualan tiket.
"Bukan angka Rp15 juta. Jadi kalau kemarin disampaikan, sewa stadion itu Rp3,5 juta plus 10 persen dari nilai jual karcis," jelasnya.
Karena itu, transparansi jumlah tiket yang benar-benar terjual menjadi penting. Jika penjualan tiket tinggi, kontribusi yang masuk kepada pemerintah daerah melalui mekanisme tersebut juga akan semakin besar.
"Jadi yang perlu dilihat bukan hanya angka sewa dasarnya, tetapi juga 10 persen dari penjualan karcis. Kalau tiket yang terjual banyak, kontribusinya juga semakin besar," ujarnya.
Berdasarkan rundown yang beredar, JosJis Fest 2026 dijadwalkan dimulai pukul 15.00 WIB di Stadion Batoro Katong Ponorogo.
Sejumlah musisi yang dijadwalkan tampil antara lain Sastra Jendra, DJ VENTH, Kajawi, Dela Monica, Aftershine, Cinematic True Story, Vierratale, hingga Deny Caknan.
Di tengah rencana konser tersebut, DPRD Ponorogo menekankan agar penggunaan stadion tetap memperhatikan kondisi fasilitas, khususnya rumput yang tengah mendapat perawatan.
"Intinya kegiatan boleh berjalan, tetapi fasilitas stadion harus tetap dijaga. Jangan sampai setelah kegiatan justru menimbulkan persoalan dan biaya perbaikan baru," pungkasnya. (Fjr)
Sebelumnya
...
