-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 REPUBLIK INDONESIA🇮🇩

Polemik JosJis Fest, Garda Satu Ponorogo Soroti Sikap Penolak

Ketua DPC Garda Satu Ponorogo Budiono bersama Ketua GMAS Bandi Budho saat menyampaikan pandangan terkait polemik rencana pelaksanaan JosJis Fest 2026. (Foto: Fajar/Gardajatim.com)
GARDAJATIM.COM: Polemik rencana pelaksanaan JosJis Fest di Stadion Batoro Katong, Ponorogo, mendapat sorotan dari DPC Garda Satu Ponorogo. Organisasi tersebut menyatakan tetap mendukung pemerintah daerah sekaligus mempertanyakan sikap pihak yang menolak konser.

Ketua DPC Garda Satu Ponorogo Budiono mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan penggunaan stadion untuk kegiatan hiburan masyarakat.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan olahraga. Hiburan juga menjadi bagian dari kebutuhan warga.

“Enggak masalah. Itu kebutuhan masyarakat Ponorogo dan ini juga hiburan masyarakat Ponorogo,” kata Budiono, Kamis, 27 Agustus 2026.

Garda Satu Pertanyakan Dasar Penolakan

Budiono menilai, jika sejak awal penggunaan Stadion Batoro Katong dianggap bermasalah, keberatan seharusnya disampaikan ketika proses perizinan berlangsung.

Ia mempertanyakan mengapa persoalan tersebut baru ramai ketika agenda konser sudah menjadi perhatian publik.

“Kalau memang itu harus dibina ataupun enggak diperbolehkan, kenapa waktu izin dari dulu enggak disentuh?” ujarnya.

Menurut Budiono, kritik terhadap penyelenggaraan kegiatan seharusnya disampaikan dengan alasan yang jelas.

Ia tidak ingin polemik hanya berhenti pada pernyataan penolakan tanpa langkah konkret.

“Jangan cuman menggertak-gertak. Kalau memang lakukan, lakukan,” kata dia.

Stadion untuk Olahraga, Hiburan Tetap Dibutuhkan

Perdebatan mengenai fungsi Stadion Batoro Katong sebagai fasilitas olahraga juga menjadi bagian dari polemik JosJis Fest.

Namun, Budiono melihat penggunaan stadion untuk konser tidak otomatis bertentangan dengan kepentingan olahraga.

Selama kegiatan dilaksanakan dengan tanggung jawab, ia menilai hal tersebut tidak perlu dipersoalkan secara berlebihan.

Termasuk jika terdapat kerusakan fasilitas akibat pelaksanaan konser. Budiono menyatakan tidak mempermasalahkannya apabila penyelenggara memang memiliki komitmen untuk melakukan perbaikan.

“Enggak masalah. Itu yang mempunyai masyarakat, itu hiburan masyarakat, juga wajar seperti itu,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Ketua LSM GMAS Bandi Budho. Ia menilai persoalan teknis, termasuk kondisi rumput stadion, semestinya sudah dipahami oleh panitia maupun event organizer (EO).

“Kalau yang dipersoalkan rumput, panitia ataupun EO sudah paham. Kuncinya adalah keamanan,” kata Bandi.

Menurut Bandi, aspek keamanan menjadi hal penting dalam pelaksanaan kegiatan di stadion. Sementara mengenai perizinan, ia memastikan tidak terdapat persoalan yang menghambat pelaksanaan kegiatan.

“Yang jelas terkait perizinan enggak ada masalah, lanjut,” ujarnya.

Minta Polemik Dibahas Secara Terbuka

Budiono kembali mempertanyakan alasan pihak-pihak yang menolak JosJis Fest. Baginya, persoalan utama bukan sekadar pro dan kontra konser, tetapi kejelasan dasar keberatan yang disampaikan.

“Dari awal diam saja, Ada apa dengan ini? Pertanyaannya saya, ada apa dengan ini?” katanya.

Garda Satu Ponorogo pada akhirnya memilih posisi mendukung penyelenggaraan JosJis Fest, sembari menekankan pentingnya tanggung jawab penyelenggara terhadap fasilitas stadion.

Budiono juga menegaskan sikapnya untuk tetap mendukung pemerintah Ponorogo. Menurut dia, selama kepentingan masyarakat dan tanggung jawab atas fasilitas tetap diperhatikan, konser dapat dipandang sebagai bagian dari hiburan warga.

Berdasarkan rundown yang beredar, JosJis Fest 2026 dijadwalkan dimulai pukul 15.00 WIB di Stadion Batoro Katong Ponorogo.

Sejumlah musisi yang dijadwalkan tampil antara lain Sastra Jendra, DJ VENTH, Kajawi, Dela Monica, Aftershine, Cinematic True Story, Vierratale, hingga Deny Caknan. (Fjr)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar