Polri Dampingi Pengungsi Gempa Maumere, Anak Jadi Perhatian
Redaksi Garda Jatim
... menit baca
![]() |
| Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTT berinteraksi dan memberikan trauma healing kepada anak-anak pengungsi korban gempa. (Foto: Istimewa) |
Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTT Ny. Vily Rudi Darmoko, meninjau langsung kondisi pengungsian sekaligus memberikan trauma healing kepada anak-anak, bantuan susu formula untuk bayi dan balita, serta kasur lantai bagi pengungsi.
Kunjungan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WITA itu berlangsung ketika warga masih berada dalam masa tanggap darurat setelah gempa Flores.
Selain kebutuhan dasar, kondisi psikologis kelompok rentan, terutama anak-anak dan balita, menjadi salah satu perhatian dalam penanganan di lokasi pengungsian.
Rombongan Kapolda NTT turut diikuti Wakapolda NTT, Karo SDM Polda NTT, Dirpolairud Polda NTT, dan Kapolres Sikka.
Rudi mengatakan pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana merupakan bagian dari tanggung jawab Polri.
Menurut dia, rasa aman dan pemenuhan kebutuhan dasar harus menjadi prioritas selama masa tanggap darurat.
“Dalam kondisi seperti ini, yang paling penting adalah memastikan masyarakat merasa aman dan kebutuhan dasarnya terpenuhi. Polri akan terus hadir bersama seluruh unsur terkait untuk membantu masyarakat melewati masa tanggap darurat ini,” ujar Rudi Darmoko.
Dari lokasi pengungsian, Rudi bersama Ny. Vily kemudian meninjau Posko Kesehatan Polda NTT–Polres Sikka.
Peninjauan itu dilakukan untuk melihat langsung pelayanan kesehatan yang diberikan kepada para korban gempa.
Perhatian berikutnya diarahkan kepada anak-anak. Kapolda dan Ketua Bhayangkari Daerah NTT memberikan trauma healing dengan mengajak anak-anak berinteraksi dan bermain.
Kegiatan tersebut membuat suasana pengungsian yang sebelumnya dipenuhi kekhawatiran dan kecemasan menjadi lebih ceria.
Kapolda juga menyerahkan alat-alat permainan bagi anak-anak sebagai sarana membantu mengurangi rasa takut dan mendukung pemulihan kondisi psikologis mereka setelah bencana.
“Anak-anak adalah kelompok yang sangat membutuhkan perhatian setelah mengalami bencana. Kita ingin mereka kembali ceria, merasa aman dan tidak terus berada dalam suasana ketakutan,” kata Rudi.
Setelah itu, rombongan mengunjungi tenda khusus bayi dan balita. Rudi bersama Ny. Vily melihat langsung kondisi bayi serta balita yang berada di lokasi penampungan dan menyerahkan bantuan susu formula untuk mendukung kebutuhan mereka selama berada di pengungsian.
“Perhatian kita juga harus diberikan kepada bayi dan balita karena mereka memiliki kebutuhan khusus. Bantuan susu formula ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka selama berada di pengungsian,” ujar Rudi.
Rombongan kemudian meninjau dapur lapangan untuk melihat pelayanan konsumsi bagi para pengungsi.
Di lokasi yang sama, Ny. Vily bersama Ketua Bhayangkari Cabang Sikka menyerahkan bantuan kasur lantai kepada para pengungsi di Gelora Samador Maumere.
Bantuan itu diharapkan dapat menambah kenyamanan sekaligus memenuhi kebutuhan warga selama harus tinggal di tenda pengungsian.
Rudi menegaskan penanganan korban bencana tidak dapat dilakukan oleh satu unsur saja.
Ia menyebut sinergi Polri, Bhayangkari, dan unsur terkait diperlukan untuk memastikan warga memperoleh pelayanan selama masa tanggap darurat.
“Polri bersama Bhayangkari dan seluruh unsur terkait akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kita ingin memastikan warga yang terdampak tidak merasa sendiri menghadapi situasi ini,” tegasnya.
Seluruh rangkaian kunjungan Kapolda NTT bersama Ketua Bhayangkari Daerah NTT di Lapangan Gelora Samador Maumere berakhir sekitar pukul 12.10 WITA. Kegiatan berlangsung aman dan terkendali.
Kunjungan tersebut memperlihatkan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya menyangkut pemenuhan kebutuhan fisik pengungsi.
Dukungan psikologis bagi anak, kebutuhan khusus bayi dan balita, layanan kesehatan, konsumsi, hingga tempat beristirahat menjadi bagian dari perhatian yang diberikan selama warga menjalani masa pengungsian. (Hms/Red)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...
