Polri Kembali Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Redaksi Garda Jatim
... menit baca
![]() |
| Personel Polri menyiapkan bantuan logistik untuk dikirim melalui pesawat CN 295 P-4501 dari Surabaya menuju Labuan Bajo. (Foto: Istimewa) |
Pengiriman ini dilakukan ketika kebutuhan logistik di wilayah terdampak masih harus dipenuhi secara bertahap. Selain bantuan melalui jalur udara, Polri mengerahkan personel dan distribusi logistik dari Mabes Polri serta sejumlah Polda jajaran.
Pada Rabu (19/8/2026), Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri mengangkut 1,44 ton logistik dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya, menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo.
Bantuan tersebut terdiri atas 14 koli obat-obatan seberat 94 kilogram, tujuh koli selimut seberat 586 kilogram, lima koli sarung seberat 340 kilogram, serta 120 kasur lipat dengan berat 420 kilogram.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan jalur udara dipilih untuk mempercepat distribusi bantuan ke wilayah terdampak.
“Polri terus berupaya memastikan bantuan kemanusiaan dapat segera menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Pengiriman melalui jalur udara ini merupakan bagian dari percepatan distribusi logistik, khususnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak dalam masa penanganan dan pemulihan pascabencana,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo, Kamis (20/8/2026).
Pesawat CN 295 P-4501 dalam penerbangan tersebut diawaki tujuh personel Polri yang bertugas memastikan pengiriman logistik berlangsung aman dan lancar.
Distribusi dilanjutkan pada Kamis (20/8/2026). Pesawat yang sama kembali mengangkut bantuan dari Surabaya menuju Labuan Bajo dengan total berat 2.102 kilogram.
Muatan tersebut terdiri atas 130 kasur busa lipat seberat 420 kilogram yang merupakan bantuan dari Ibu Ketua Umum Bhayangkari.
Selain itu, Bhayangkari Polda Kalimantan Barat mengirim berbagai jenis pakaian yang dikemas dalam 38 karung besar dengan total berat 1.682 kilogram.
Rangkaian pengiriman itu menambah dukungan logistik yang sebelumnya telah digerakkan Polri ke wilayah terdampak.
Secara keseluruhan, Polri menyebut telah mengirim 247,66 ton bantuan logistik dan kemanusiaan dari Mabes Polri dan lima Polda jajaran.
Bantuan tersebut meliputi bahan makanan, kebutuhan sandang, perlengkapan pengungsian, obat-obatan, dan berbagai kebutuhan dasar lainnya.
Dari sisi personel, Polri juga telah mengirim 236 personel bantuan BKO ke Polda NTT. Mereka memiliki kemampuan di bidang SAR dan evakuasi, pelayanan kesehatan, K9, trauma healing, pengamanan, hingga pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak.
Sebelumnya, pada Selasa (18/8/2026), Kapolri juga menyalurkan 3.500 paket bantuan sosial, 500 mainan anak-anak, 39 kasur, 10 tandon air, serta 36 boks obat-obatan kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur.
Jangkauan bantuan tidak hanya mengandalkan pesawat CN 295. Pada Rabu (19/8/2026), Helikopter Bell 429 P-3202 terbang dari Labuan Bajo menuju Pacuan Kuda Reo, Kabupaten Manggarai, untuk mendistribusikan sekitar 100 kilogram bantuan.
Muatan helikopter tersebut antara lain mi instan, kopi sachet, makanan dan biskuit, ember, deterjen, sikat pakaian, hanger, plastik, serta perlengkapan lainnya.
Helikopter itu juga membawa bantuan berupa tempat tidur untuk mendukung kebutuhan di lokasi penanganan bencana.
“Polri akan terus hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak, baik melalui pengerahan personel, pelayanan kemanusiaan, maupun pendistribusian bantuan logistik. Kami berharap seluruh bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan membantu percepatan pemulihan pascabencana,” tutur Brigjen Pol. Trunoyudo.
Polri menyatakan akan melanjutkan dukungan kepada masyarakat terdampak gempa di NTT melalui pengerahan personel, pelayanan kemanusiaan, dan distribusi logistik selama masa pemulihan. (Hms/Red)
Sebelumnya
...
