Ribuan Warga Tumpah Ruah, Sedekah Budaya dan Karnaval Meriahkan Hari Jadi Desa Ngendut ke-243
Redaksi Garda Jatim
... menit baca
![]() |
| Tokoh Semar tampil di tengah kerumunan warga saat Sedekah Budaya dan Karnaval Desa Ngendut. (Foto: Andika/Gardajatim.com) |
Mereka datang untuk menyaksikan kemeriahan Sedekah Budaya dan Karnaval dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus Hari Jadi ke-243 Desa Ngendut.
Kemeriahan terlihat sejak rombongan peserta karnaval mulai tampil membawa beragam kreativitas. Tradisi tahunan ini melibatkan hampir seluruh elemen masyarakat desa.
Mulai perangkat desa, kamituwo, BPD, LPMD, RT, RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, forum pencak silat hingga berbagai kelompok masyarakat ikut ambil bagian.
Perwakilan Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Olahraga, Camat Balong, Kapolsek Balong hingga Koramil Balong juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Setiap RT tampil dengan tema budaya Indonesia yang berbeda. Reog Ponorogo, Gajah-Gajahan, fashion show, sound horeg hingga sepeda onthel menjadi bagian dari pertunjukan yang disuguhkan kepada masyarakat.
Di antara berbagai pertunjukan, ada satu momen yang selalu ditunggu warga, yakni berebut tumpeng.
![]() |
| Warga antusias mengikuti porak tumpeng dalam rangkaian Sedekah Budaya dan Karnaval Desa. |
Tumpeng dalam tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur kepada Allah atas berbagai berkah yang diberikan.
Kepala Desa Ngendut, Wadiyem, mengatakan tahun ini pihaknya mengusung tema “Sedekah Budaya Tumpeng & Karnaval Lestarikan Budaya Leluhur”.
Menurutnya, kemeriahan acara bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat. Warga juga menunjukkan kreativitas melalui berbagai penampilan yang unik, lucu hingga sarat makna.
Salah satunya kemunculan tokoh pewayangan Semar dalam karnaval. Bagi Wadiyem, sosok tersebut memiliki pesan yang kuat karena dikenal sebagai pengasuh sekaligus penasihat para kesatria dalam pewayangan Jawa.
“Bangga, senang, semoga acara ini ke depan lebih baik dan lebih meriah lagi. Masyarakat sangat kreatif, tadi juga ada tokoh pewayangan Semar, yang menjadi sebuah simbol tokoh utama dalam punakawan di pewayangan Jawa. Tokoh ini dikisahkan sebagai pengasuh sekaligus penasihat para kesatria yang bisa menjadi contoh dan teladan bagi kita,” ungkapnya.
Kemeriahan Sedekah Budaya dan Karnaval Desa Ngendut ternyata tidak hanya menarik perhatian warga setempat.
Penonton juga datang dari luar desa, bahkan dari kecamatan lain. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan budaya tahunan ini mulai menjadi daya tarik tersendiri bagi Desa Ngendut.
“Alhamdulillah setiap tahunnya selalu meriah. Bahkan tak hanya dari warga setempat, penonton event budaya tersebut mengundang daya tarik warga luar desa, bahkan kecamatan lain,” imbuh Wadiyem.
![]() |
| Kepala Desa Ngendut bersama jajaran Forkopimca Balong dan Forum Komunikasi Pencak Silat dan Bela Diri (FKPSB). |
Bagi pemerintah desa, karnaval bukan sekadar perayaan tahunan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkuat kebersamaan.
Tradisi ini telah berlangsung selama beberapa tahun dan menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia serta Hari Jadi Desa Ngendut.
Wadiyem menegaskan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menyatukan seluruh elemen masyarakat.
“Tujuan acara ini untuk mempersatukan seluruh elemen masyarakat mulai dari bawah sampai semua masyarakat Desa Ngendut bisa bersatu melaksanakan kegiatan bersama-sama untuk persatuan dan kesatuan di Desa Ngendut,” katanya.
Sedekah Budaya dan Karnaval menjadi puncak dari rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-243 Desa Ngendut.
Rangkaian acara telah dimulai pada 17 Agustus dengan Upacara Bendera dan Sujud Syukur.
Kemudian dilanjutkan Khataman Al-Qur’an pada 22 Agustus, Pawai Sepeda Onthel pada 23 Agustus, Karawitan pada 24 Agustus, Reog pada 25 Agustus, serta berbagai lomba pada 26 Agustus.
Pada 27 Agustus, rangkaian tersebut ditutup dengan Sedekah Budaya dan Karnaval. Malam harinya sekaligus menjadi puncak acara Hari Jadi Desa Ngendut. (And)
Sebelumnya
...
Berikutnya
...


