-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
●PASANG IKLAN DI SINI●

Selamat Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke-530: Menjaga Akar, Menyongsong Masa Depan

Edy Susanto, diaspora asal Ponorogo yang kini bermukim di Amerika Serikat. (Foto: Dok. Pribadi)
GARDAJATIM.COM: Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke-530 menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang daerah yang dikenal sebagai Bumi Reyog.

Di tengah arus modernisasi, Ponorogo dinilai perlu terus bergerak maju tanpa meninggalkan identitas budaya dan nilai-nilai yang diwariskan para leluhur.

Edy Susanto, diaspora asal Ponorogo yang kini bermukim di Amerika Serikat, menyampaikan ucapan selamat sekaligus pandangannya mengenai makna hari jadi daerah tersebut.

Menurut dia, Ponorogo tidak hanya dipahami sebagai wilayah administratif, melainkan ruang tempat sejarah, budaya, dan karakter masyarakat bertumbuh dari generasi ke generasi.

"Ponorogo bukan sekadar tanah tempat berpijak, ia adalah ruang tempat sejarah ditanam, budaya diwariskan, dan jati diri ditempa," kata Edy dalam pernyataannya, Selasa, 4 Agustus 2026.

Ia menilai pembangunan daerah tidak semata diukur dari bertambahnya infrastruktur atau kemajuan fisik.

Lebih dari itu, keberhasilan sebuah daerah bergantung pada kemampuan masyarakat menjaga watak, memperkuat kebersamaan, dan memelihara rasa memiliki terhadap tanah kelahirannya.

Menurut Edy, jejak sejarah para leluhur menjadi fondasi penting bagi pembangunan Ponorogo.

Karena itu, modernisasi semestinya berjalan seiring dengan upaya merawat tradisi dan kebudayaan yang telah membentuk identitas masyarakat.

Ia berharap Ponorogo mampu terus berkembang dengan gagasan-gagasan baru tanpa tercerabut dari akar budayanya.

"Modern dalam pemikiran, namun tetap teguh menjaga tradisi. Berani menatap masa depan, tanpa melupakan sejarah," ujarnya.

Pada peringatan Hari Jadi ke-530 ini, Edy juga menyampaikan doa agar Ponorogo senantiasa diberi keselamatan, kedamaian, dan kemuliaan.

"Sugeng Ambal Warsa Ponorogo. Mugi tansah pinaringan rahayu, tentrem, lan kamulyan," ujarnya dalam bahasa jawa.

Bagi Edy, Ponorogo memiliki modal besar untuk terus tumbuh sebagai daerah yang memadukan kekuatan budaya dengan semangat kemajuan.

Ia menutup pesannya dengan harapan agar Ponorogo tetap berdiri di atas jati diri yang kokoh.

"Ponorogo adalah jati diri, budaya, dan masa depan," tutupnya. (Fjr)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar