Semarak HUT ke-81 RI di Washington DC, Reog Ponorogo Tampil Bawa Pesan Pelestarian Budaya
Redaksi Garda Jatim
... menit baca
![]() |
| Grup Reog Singo Lodoyo USA tampil dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Wisma Indonesia, Washington DC. (Foto: Edy Susanto) |
Peringatan kemerdekaan itu diisi dengan upacara, perlombaan, bazar makanan khas Indonesia, hingga pertunjukan kesenian tradisional.
Para peserta upacara mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah, menampilkan keragaman budaya Indonesia di tengah komunitas masyarakat Indonesia di Amerika Serikat.
Di antara rangkaian acara tersebut, penampilan Grup Reog Singo Lodoyo USA menjadi salah satu perhatian.
Kelompok kesenian asal Ponorogo itu membawa Reog sebagai bagian dari upaya mempertahankan kesenian tradisional Indonesia di luar negeri.
Bagi komunitas Reog Singo Lodoyo USA, pertunjukan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan dalam perayaan kemerdekaan.
Reog menjadi sarana untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia sekaligus menjaga agar kesenian itu tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo, turut memberikan perhatian terhadap penampilan Reog Singo Lodoyo USA.
Dukungan tersebut menjadi dorongan bagi para seniman untuk terus mengembangkan pertunjukan Reog dan memperkenalkannya kepada masyarakat di Amerika Serikat.
Indroyono memiliki hubungan historis dengan Ponorogo. Ia merupakan cucu R.H. Muhammad Mangundiprojo, yang dikenal sebagai Bupati Ponorogo ke-13.
Dalam kesempatan tersebut, Indroyono menyampaikan komitmennya untuk membantu mendatangkan kembali perangkat Reog bagi Grup Reog Singo Lodoyo USA.
Dukungan itu diharapkan dapat menunjang keberlanjutan kegiatan pelestarian dan pementasan Reog di Amerika Serikat.
Bagi komunitas seniman Reog di Amerika, dukungan tersebut memiliki arti penting. Keterbatasan jarak dari Indonesia dan kebutuhan perangkat kesenian menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keberlangsungan pertunjukan.
Peringatan HUT ke-81 RI di Wisma Indonesia pada akhirnya tidak berhenti sebagai seremoni tahunan.
Perayaan tersebut mempertemukan diaspora dalam suasana kebangsaan sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia.
Dari Washington DC, Reog Ponorogo menjadi salah satu penanda bahwa identitas budaya Indonesia dapat terus dirawat di tengah komunitas diaspora, sekaligus diperkenalkan kepada masyarakat internasional. (Edy/Red)
Sebelumnya
...

