-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 REPUBLIK INDONESIA🇮🇩

Sinergi Pramuka dan Rutan Ponorogo, Bangun Karakter untuk Kembali ke Masyarakat

Karutan Ponorogo Muhammad Agung Nugroho menghadiri Apel Besar Gerakan Pramuka Kwarcab Ponorogo Tahun 2026 di Alun-Alun Ponorogo. (Foto: Humas Rupon)
GARDAJATIM.COM: Nilai-nilai kepramukaan tidak hanya relevan bagi generasi muda, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter warga binaan.

Hal itu menjadi salah satu perhatian Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ponorogo melalui program pembinaan kepramukaan bagi warga binaan.

Kepala Rutan Kelas IIB Ponorogo Muhammad Agung Nugroho mengatakan, kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian merupakan nilai penting yang perlu ditanamkan dalam proses pembinaan.

“Nilai-nilai kepramukaan seperti kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama sangat penting dalam membentuk karakter. Nilai-nilai tersebut juga kami tanamkan melalui program pembinaan bagi warga binaan di Rutan Ponorogo,” ujar Agung.

Pembinaan kepramukaan di Rutan Ponorogo diarahkan tidak sekadar menjadi aktivitas rutin. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman yang mendorong warga binaan untuk mengenali kembali potensi diri serta membangun sikap yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan kepramukaan, warga binaan mendapatkan ruang untuk belajar mengenai kepemimpinan, kerja sama, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama.

Nilai-nilai tersebut dinilai penting sebagai bekal ketika warga binaan menyelesaikan masa pidana dan kembali berinteraksi dengan keluarga maupun lingkungan masyarakat.

Komitmen terhadap pembinaan karakter juga tercermin dari kehadiran Karutan Ponorogo dalam Apel Besar Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Ponorogo Tahun 2026 di Alun-Alun Ponorogo, Sabtu (29/8/2026).

Apel yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045”.

Kehadiran Rutan Ponorogo dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan Kwarcab Ponorogo serta berbagai elemen masyarakat.

Menurut Agung, semangat kepramukaan memiliki nilai yang sejalan dengan tujuan pembinaan di dalam Rutan, terutama dalam membentuk pribadi yang lebih mandiri dan memiliki rasa tanggung jawab.

“Kami berharap pembinaan kepramukaan di Rutan Ponorogo tidak hanya menjadi kegiatan, tetapi benar-benar memberikan nilai dan pengalaman positif bagi warga binaan,” katanya.

Ia berharap warga binaan semakin disiplin, percaya diri, dan bertanggung jawab sehingga memiliki kesiapan yang lebih baik ketika kembali menjadi bagian dari masyarakat.

Pembinaan tersebut sekaligus menjadi upaya Rutan Ponorogo untuk menghadirkan proses pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesiapan warga binaan untuk menjalani kehidupan setelah kembali ke lingkungan sosial.

Melalui sinergi dengan Gerakan Pramuka, nilai-nilai seperti kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, dan kepedulian diharapkan terus tumbuh sebagai bekal menuju kehidupan yang lebih baik. (Hms/Red)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar