-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 REPUBLIK INDONESIA🇮🇩

Dindikbud Madiun Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Kampung Pesilat

Pelatihan Pencak Seni Kampung Pesilat diarahkan untuk menanamkan nilai karakter sekaligus memperkenalkan budaya pencak silat kepada pelajar.
Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun Sigit Budiarto memberikan arahan dalam pelatihan Pencak Seni Kampung Pesilat di Gedung Dwijahaju, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun (Dok Ist)
GARDAJATIM.COM : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Madiun menggelar pelatihan Pencak Seni Kampung Pesilat untuk memperkuat pendidikan karakter anak melalui budaya pencak silat. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Dwijahaju, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Kamis (17/9/2026).

Pelatihan itu diikuti guru SD, SMP dan sanggar. Materi kegiatan mencakup makna Kampung Pesilat, Sinergi 14 Perguruan, pendidikan karakter melalui pencak silat, konsep Kampung Pesilat, peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, hingga program implementasi.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun Agus Sucipto mengatakan, pengenalan Kampung Pesilat kepada anak dirancang sebagai investasi jangka panjang dalam pembentukan karakter. 


Menurutnya, nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mengimplementasikan budaya Kabupaten Madiun secara sinergis.


"Kampung Pesilat yang ada di Kabupaten Madiun ini, kita berpikir tidak untuk hari ini saja, tapi bagaimana membentuk karakter anak-anak melalui inves jangka panjang dengan basic Kampung Pesilat. Harapannya ini sebagai langkah awal bagaimana mengimplementasikan budaya yang ada di Kabupaten Madiun bisa berjalan sinergis khususnya anak-anak pengganti generasi kita hari ini", paparnya.


Agus menyebut konsep tersebut dapat ditanamkan sejak jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kampung Pesilat juga diarahkan menjadi ekosistem budaya yang menempatkan pencak silat sebagai salah satu identitas dan kekuatan sosial masyarakat Kabupaten Madiun.


Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun Sigit Budiarto meminta guru dan pengelola sanggar mengembangkan variasi gerakan agar pertunjukan pencak seni semakin beragam. Kreativitas tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan pencak seni Kampung Pesilat sebagai wisata budaya yang dapat dikenal lebih luas.


"Untuk bapak/ibu guru, mungkin punya kreativitas dan inovasi gerakan yang baru agar lebih menarik lagi, lebih fresh, yang nanti bisa disuguhkan kepada pemerhati budaya. Bahkan bisa dikenal hingga mancanegara bahkan mendunia", ujar Sigit.


Sigit juga mengingatkan agar fasilitas Gedung Padepokan Pesilat yang telah dimiliki Kabupaten Madiun dapat dimanfaatkan untuk kegiatan latihan. Ia menekankan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman perguruan pencak silat.


"Kita sudah punya gedung padepokan pesilat, monggo bisa digunakan ya. Baik SD maupun SMP. Yang penting kita selalu menjaga guyub rukun, meskipun ada banyak perbedaan", pesan Sigit.


Menurut Sigit, pelatihan tersebut diharapkan mendukung lahirnya pesilat yang sehat, disiplin, terampil dan berkarakter. Ia juga menyebut pencak seni sebagai sarana pendidikan karakter sekaligus bagian dari upaya membangun citra masyarakat yang ramah, sederhana, santun dan berbudaya.


"Kalau kota, Madiun Kota Pendekar, kalau kita Kampung Pesilat. Saya kemarin di Desa Bener, Saradan ada juga tampilan pencak dalam Bahana Bersahaja. Nah, itulah ikon budaya yang ada di wilayah kita", ujarnya.


Sigit berharap pencak seni Kampung Pesilat dapat memiliki beragam bentuk penampilan sehingga bisa disesuaikan dengan berbagai kegiatan dan agenda budaya. (Red/Kominfo)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar