-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 REPUBLIK INDONESIA🇮🇩

Gerakan Tanam Serempak Madiun Perkuat Ketahanan Pangan

Pemkab Madiun mempercepat luas tambah tanam padi sekaligus menyiapkan langkah menghadapi kekeringan dan ancaman dampak El Nino.
Gerakan Tanam Kebangkitan Nasional ditandai dengan penanaman padi secara simbolis (Dok Ist)
GARDAJATIM.COM : Gerakan Tanam Kebangkitan Nasional digelar Pemerintah Kabupaten Madiun bersama Kementerian Pertanian dan Pemprov Jawa Timur di Desa Plumpungrejo, Kecamatan Wonoasri, Rabu (30/9/2026). 

Gerakan tanam padi tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat Luas Tambah Tanam (LTT) sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah di tengah ancaman krisis pangan dan perubahan iklim.

Kegiatan ditandai dengan penanaman padi secara simbolis sebagai langkah percepatan pengolahan lahan dan penanaman secara serempak. 

Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Madiun menghadapi potensi kekeringan dan keterbatasan air.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Madiun, Didik Hariyanto, menyampaikan bahwa dukungan Kementerian Pertanian mencakup bantuan alsintan, sarana prasarana, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi petani dan PPL. 

Dukungan tersebut menjadi bagian dari penguatan produksi pertanian di Kabupaten Madiun.

Dengan luas sawah lebih dari 32.418,3 hektar, Kabupaten Madiun mempertahankan perannya sebagai salah satu daerah penyangga produksi pangan Jawa Timur. 

Didik menyebut produksi beras Madiun pada 2024 dan 2025 konsisten berada di posisi keenam terbesar di Jawa Timur.

"Selama 2024 dan 2025, Madiun konsisten menjadi produsen beras terbesar ke-6 di Jawa Timur dengan rata-rata produksi 480.264 ton Gabah Kering Giling (GKG) per tahun," terang Didik.

Untuk menghadapi potensi kekeringan, petani diminta segera mengolah lahan dan melakukan penanaman secara serempak. 

Sementara PPL diminta memperkuat pendampingan, terutama dalam pemantauan pupuk bersubsidi, distribusi air, serta antisipasi serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Prov. Jatim, Ir. Yuristiyanto, menyebut terdapat empat langkah yang disiapkan untuk menghadapi El Nino dan keterbatasan air. 

Strategi tersebut meliputi penggunaan benih unggul varietas tahan kekeringan, berumur pendek dan berproduksi tinggi, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), optimalisasi irigasi, serta tanam serempak.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Ndaru Kandaryanto, menyampaikan penerapan metode Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PMAS) sebagai bagian dari pengembangan pertanian jangka panjang. Metode tersebut telah didemplot di 15 kecamatan dan ditargetkan semakin banyak diterapkan oleh petani.

"Metode PMAS ini sudah didemplot di 15 kecamatan dan diharapkan dapat terus diadopsi oleh petani secara meluas. Kami juga menantikan pelaksanaan modifikasi cuaca untuk membantu pasokan air di wilayah kita," pungkas Ndaru. (@Red/Hms)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar