-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 REPUBLIK INDONESIA🇮🇩

Parluh PSHT Akhir September Tak Digelar di Kota Madiun

Parapatan Luhur PSHT tetap diperbolehkan, tetapi pelaksanaannya tidak berlangsung di wilayah Kota Madiun pada akhir September 2026.
Ilustrasi 
GARDAJATIM.COM : Pemerintah Kota Madiun memastikan Parapatan Luhur (Parluh) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) pada akhir September 2026 tidak dilaksanakan di wilayah Kota Madiun. 

Keputusan itu diambil dalam rapat koordinasi yang digelar di Gedung GCIO Kominfo Kota Madiun, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan/Kecamatan Kartoharjo, Rabu (16/9/2026).

Rapat tersebut mempertemukan unsur Pemerintah Kota Madiun, Pemerintah Kabupaten Madiun, Pemerintah Kabupaten Magetan, serta jajaran Polda Jatim. Hadir dalam pertemuan itu Karo Ops Polda Jatim, Dirintelkam Polda Jatim, dan Kepala Bakesbangpol Jatim.

Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun mengatakan hasil koordinasi menempatkan keselamatan masyarakat sebagai pertimbangan utama. 

Karena itu, kegiatan Parluh tetap dapat berlangsung, tetapi bukan di wilayah Kota Madiun.

"Semuanya sepakat bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Untuk Parluh dipersilakan, tetapi tidak di Kota Madiun," kata Bagus.

Pemkot Madiun sebelumnya menerima audiensi warga yang tinggal di sekitar Padepokan Agung PSHT, Jalan Merak, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo. 

Aspirasi warga tersebut menjadi salah satu hal yang dibawa dalam koordinasi bersama pemerintah daerah dan kepolisian.

"Sehingga hari ini kita berkoordinasi dengan Kabupaten Madiun dan Kabupaten Magetan. Sepakat bahwa untuk Parluh dipersilakan tetapi tidak di Kota Madiun," ujarnya.

Selain kondisi keamanan, Pemkot Madiun memperhatikan agenda manasik haji nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 25-27 September 2026. 

Hingga kini belum ada keputusan mengenai lokasi pelaksanaan Parluh di luar Kota Madiun, sedangkan Kabupaten Magetan disebut sebagai salah satu daerah yang berpotensi menjadi lokasi kegiatan.

Bagus menyebut kepolisian telah melakukan pemetaan terhadap potensi keamanan. Pemkot Madiun juga telah menyampaikan aspirasi warga kepada pihak terkait.

"Mapping potensi keamanan pasti sudah dilakukan oleh pihak kepolisian. Dan juga laporan-laporan, termasuk kami menyampaikan aspirasi dari warga kota," jelasnya.

Mengenai lokasi pelaksanaan Parluh berikutnya, Pemkot Madiun masih menunggu keputusan dari pihak penyelenggara.

"(Untuk lokasi pengalihan) nanti menunggu dari pihak penyelenggara," pungkas Bagus. (@Red/Tim)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar