-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 REPUBLIK INDONESIA🇮🇩

Seminar Kajian Koleksi Museum Tulungagung Dorong Generasi Muda Kenali Warisan Sejarah dan Budaya

Seminar tiga hari diikuti sekitar 100 siswa, mahasiswa, dan guru sejarah untuk mengkaji koleksi museum serta memperkuat edukasi sejarah dan budaya.
Seminar Kajian Koleksi Museum Daerah Kabupaten Tulungagung yang digelar 15–17 September 2026 untuk memperkuat pemahaman sejarah dan budaya. (Dok Eka)
GARDAJATIM.COM : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung menggelar Seminar Kajian Koleksi Museum Daerah Kabupaten Tulungagung sebagai upaya meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap nilai sejarah dan budaya yang tersimpan di museum daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Museum Daerah Kabupaten Tulungagung tersebut digelar pada 15–17 September 2026. Seminar mengangkat kajian sejumlah koleksi museum, di antaranya Lapik Arca, Prasasti Wajak I, dan Bothekan.

Kegiatan diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas siswa, mahasiswa, serta guru sejarah yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Seminar menghadirkan tiga narasumber, yakni Latif Kusairi, M.A., Ketua Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Raden Mas Said Surakarta; Irakai Hino Galeswangi, M.Pd., dari Departemen Sejarah Universitas Islam Internasional Darullughah Waddakwah; serta Eko Bastiawan, S.S., M.A., peneliti pada École Française d’Extrême-Orient (EFEO).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program yang mendapatkan pembiayaan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Museum dan Taman Budaya dari Kementerian Kebudayaan.

Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga diajak memahami koleksi museum sebagai sumber informasi sejarah yang memiliki nilai penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, Muhammad Ardian Candra, S.STP., mengatakan seminar kajian koleksi menjadi salah satu langkah untuk mendekatkan museum dengan masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa.

“Museum bukan hanya tempat menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi juga merupakan ruang edukasi dan sumber pengetahuan. Melalui seminar ini kami ingin mendorong siswa, mahasiswa maupun guru sejarah untuk lebih mengenal, mengkaji dan memahami koleksi yang ada di Museum Daerah Kabupaten Tulungagung,” ujar Muhammad Ardian Candra.

Menurutnya, keterlibatan guru sejarah dalam kegiatan tersebut juga memiliki peran penting karena pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan kepada para siswa dalam proses pembelajaran.

“Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan ketertarikan generasi muda terhadap sejarah dan kebudayaan daerah. Dengan mengenal peninggalan sejarah yang ada di daerah sendiri, diharapkan tumbuh rasa memiliki sekaligus kepedulian untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, M. Fahriza Habib Y., S.H., M.M., menjelaskan bahwa kajian terhadap koleksi museum penting dilakukan agar keberadaan benda-benda bersejarah tidak hanya dipahami dari sisi fisiknya, tetapi juga dapat digali nilai sejarah, budaya, dan pengetahuan yang terkandung di dalamnya.

“Melalui kajian koleksi ini, kami ingin memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada peserta mengenai benda-benda koleksi museum. Harapannya, museum dapat semakin dikenal sebagai pusat pembelajaran sejarah dan kebudayaan, terutama bagi generasi muda,” jelas Habib.
Ia menambahkan, kehadiran sekitar 100 peserta dari berbagai kalangan diharapkan dapat memperluas jejaring edukasi museum. Guru sejarah dapat mengembangkan materi pembelajaran, sementara siswa dan mahasiswa memperoleh pengalaman serta wawasan langsung mengenai peninggalan sejarah dan kebudayaan.

Rangkaian seminar tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk terus memperkuat fungsi Museum Daerah Kabupaten Tulungagung sebagai ruang edukasi, penelitian, pelestarian, dan pengenalan sejarah daerah kepada masyarakat.

Dengan adanya kegiatan kajian koleksi secara berkelanjutan, diharapkan berbagai koleksi yang tersimpan di Museum Daerah Kabupaten Tulungagung semakin dikenal dan dipahami masyarakat, sehingga nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya. (@Eka)
Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar