-->
bWJ4VIvabJt7GuIhCGKP0i6PjNDtbsjBe315cFMJ
Bookmark
🇮🇩DIRGAHAYU KE-81 REPUBLIK INDONESIA🇮🇩

Seminar Ketahanan Bangsa Madiun Tekankan Pentingnya Adab Pelajar

Bupati Madiun Hari Wuryanto meminta pelajar memperkuat toleransi, menyaring informasi digital, serta menerapkan etika dan norma dalam kehidupan.
Seminar Ketahanan Bangsa dan Toleransi di Wisata Religi Lima Tempat Ibadah, Desa Bulakrejo, Kecamatan Balerejo (Dok Ist)
GARDAJATIM.COM : Seminar Ketahanan Bangsa dan Toleransi untuk Pelajar se-Kabupaten Madiun digelar Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Rabu (30/9/2026). 

Kegiatan di Wisata Religi Lima Tempat Ibadah, Desa Bulakrejo, Kecamatan Balerejo, itu diarahkan untuk memperkuat toleransi, karakter, serta kemampuan pelajar menyikapi informasi di ruang digital.

Peserta seminar berasal dari jenjang SMP dan SMA/SMK/sederajat se-Kabupaten Madiun. Bupati Madiun Hari Wuryanto hadir bersama jajaran kepala perangkat daerah, camat, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh dan pemuka agama, guru pendamping, serta tamu undangan lainnya.

Pelaksanaan kegiatan juga menampilkan keberagaman sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Kabupaten Madiun. Seminar diawali doa bersama dari Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Hindu, dan Buddha.

Hari Wuryanto mengatakan perkembangan teknologi informasi membuat pelajar perlu memiliki kecakapan dalam menyaring berbagai informasi yang diterima. 

Ia meminta peserta mampu mengenali informasi yang benar sekaligus mewaspadai hoaks, materi intoleransi, dan perundungan.

“Harapan kami, dengan kegiatan ini anak-anak bisa memahami semuanya, bisa membedakan mana informasi yang benar dan mana yang salah,” ujar Hari Wuryanto.

Menurut Hari Wuryanto, keberagaman Indonesia yang mencakup suku, agama, budaya, bahasa, dan adat istiadat tidak semestinya menjadi sumber pertentangan. 

Ia meminta para pelajar menjadikan perbedaan sebagai bagian dari kekuatan bangsa serta menerapkan semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan menjadikan perbedaan tersebut sebagai sebuah permusuhan, tetapi jadikan itu semua sebagai keanekaragaman dari bangsa Indonesia,” pesannya.

Bupati juga menekankan bahwa kemampuan akademik perlu berjalan bersama etika dan norma. 

Menurutnya, pelajar tidak cukup hanya mengejar prestasi, tetapi harus mampu menghormati orang lain dan menerapkan adab dalam kehidupan.

“Tolong anak-anakku semua, jangan hanya pandai di akademi saja, etika dan norma juga diterapkan. Kalau kalian hanya pandai di akademi saja, itu nanti akan menjadikan suatu kesombongan. Kesombongan itu awal dari kehancuran. Etika dan norma, pelajaran adab itu nomor satu,” pungkas Hari Wuryanto. (@Red/Kominfo)

Dengarkan
Pilih Suara
1x
* Mengubah pengaturan akan membuat artikel dibacakan ulang dari awal.
Posting Komentar